#investasi

OJK Rangkul FKUB Cegah Investasi dan Pinjol Ilegal di Lampung

OJK Rangkul FKUB Cegah Investasi dan Pinjol Ilegal di Lampung
Kepala OJK Lampung, Bambang Hermanto memberikan cinderamata kepada Ketua FKUB Lampung. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung merangkul Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mencegah investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, mengatakan saat ini banyak dijumpai produk digital di kalangan masyarakat luas yang memberi pengaruh terhadap perekonomian, terutama investasi maupun pinjaman uang. 

Hal itu pun diiringi dengan perkembangan industri financial technology di bidang jasa keuangan pembayaran (payment), pendanaan (funding), perbankan (digital banking), pasar modal (capital market), asuransi (insurtech), dan jasa pendukung layanan keuangan lainnya. 

"Perkembangan itu harus disikapi dengan penuh kehati-hatian, karena tak jarang menimbulkan kerugian. Minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat terhadap cara berinvestasi yang benar menjadi pemicu semakin maraknya perkembangan investasi ilegal," kata Bambang, Kamis, 23 September 2021.  

Untuk itu masyarakat tentunya harus diberikan edukasi yang benar terkait cara berinvestasi yang resmi. Selain investasi, maraknya pinjaman. Sebab, meski OJK selalu merilis platform Fintech yang terdaftar dan berizin, keberadaan pinjol ilegal masih terus berkembang. Hal itu patut diwaspadai dan dihindari masyarakat, sehingga tidak terjebak didalamnya.  

"Untuk mengedukasi masyarakat, FKUB Lampung melalui jaringan dan perpanjangan tangan di daerah terpencil melalui media penyampaian ceramah atau kotbah di tempat-tempat ibadah, akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu Ketua FKUB Lampung, Mohammad Bahrudin, mengatakan pihaknya akan mengajak masyarakat untuk cermat dalam bertransaksi keuangan digital.

"Kami mengajak semua pihak turut mengambil bagian dalam upaya mencegah lebih banyak korban akibat investasi ilegal dan pinjaman online ilegal," katanya. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait