ojkekonomi

OJK Nilai Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terkendali

( kata)
OJK Nilai Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terkendali
Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Hasan dalam kegiatan FGD Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin, 7 September 2020. Atika


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi stabil dan tetap terjaga, namun tetap dalam kewaspadaan mengantisipasi tekanan perekonomian akibat pandemi COVID-19. Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema pemulihan ekonomi nasional yang dilaksanakan di Novotel Hotel, Senin, 7 September 2020.

"Kebijakan relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK berupa pemberian relaksasi kredit bagi debitur terdampak COVID-19 maupun yang bekerjasama dengan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga maupun penempatan dana PEN pada Bank HIMBARA berjalan cukup efektif di Provinsi Lampung," kata Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto, kepada Lampost.co, Senin.

Lebih lanjut ia menjelaskan hal tersebut tercermin dari mulai kembali membaiknya penyaluran kredit oleh perbankan pada Juni 2020, yang diikuti dengan perbaikan kredit bermasalah. 

"Kita rasa penempatan dana pemulihan ekonomi nasional serta Bank Himbara juga menjadi faktor utama sehingga penyaluran kredit bisa berjalan sesuai rencana," katanya. 

Sementara itu di tempat yang sama, anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Hasan mengatakan, bahwa Lampung saat ini masih dalam suasana Covid-19. Dua triwulan ini juga alami penurunan, dari FGD ini diharapkan stakeholder dapat bersatu mengembalikan gairah ekonomi.

"Meskipun nantinya jika triwulan III ini masih alami penurunan atau minus, besar harapan kita agar Lampung dapat leading atau reborn serta pulih ekonominya dibandingkan provinsi Lain," harap dia.

Hal yang membuatnya optimis adalah, 30% perekonomian di Lampung tumbuh karena pertanian, ditambah lagi pertanian bisa berjalan ditengah pandemi ini dengan maksimal dibandingkan transportasi dan sebagainya. "Besar harapan kita dari industri pertanian yang dapat kembalikan atau mulai memulihkan ekonomi daerah kita," ujar dia.

Ditambah lagi, lanjut dia,150 ribu data UMKM di Lampung juga harus di dorong agar Lampung kembali reborn. "Kalau bisa lebih dari 100 ribu terserap UMKM Lampung, sekian miliar rupiah masuk Lampung itu akan menggerakkan ekonomi daerah kita," ungkapnya. 

Tak hanya sektor UMKM, tambah dia, Lampung juga sebagai salah satu tempat wisata yang kaya potensi, terutama untuk wisata lokal harus patu prokes. "Kalau patuh akan protokol kesehatan, tentu akan semakin tinggi potensi, apalagi banyak orang yang bosan di rumah dan ingin traveling keluar, yang penting Lampung patuh protokol kesehatan semoga akan jadi pusat wisata yang aman," tutup dia.

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar