#perbankan#syariah#ojk#ekonomi

OJK Diminta Dorong Literasi Perbankan Syariah

OJK Diminta Dorong Literasi Perbankan Syariah
Paparan legislator Junaidi Auly dalam agenda Sosialisasi Mengenal Lebih Dekat Bank Syariah dengan OJK di Balai Desa Labuhan Ratu VI, Labuhan Ratu, Lampung Timur.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mestinya mendorong literasi perbankan syariah secara masif. Sebab, Indonesia dengan penduduk muslim terbesar bisa memiliki potensi besar terkait jasa perbankan syariah.

“Pasar syariah di Indonesia hanya meraup sekitar 9 persen, ini tentunya menjadi tantangan terkait masih minimnya tingkat literasi perbankan syariah. Kedepan perbankan syariah dapat menjajaki layanannya dengan menyambungkan lembaga non profit seperti lembaga zakat, infak, wakaf, dan sedekah,” kata anggota DPR RI Junaidi Auly dalam agenda Sosialisasi Mengenal Lebih Dekat Bank Syariah dengan OJK di Balai Desa Labuhan Ratu VI, Labuhan Ratu, Lampung Timur, Rabu (15/8/2019).

Ia menegaskan bahwa harus ada upaya kongkrit dan masif dari semua stakeholder dalam memajukan ekonomi syariah dengan menjadikan perbankan nasional sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

"Tekad ini harus dimiliki oleh para stakeholder karena Indonesia memiliki kebutuhan yang cukup tinggi terhadap jasa dan produk syariah, jangan sampai potensi ini malah menjadi pasar potensial bagi perbankan negara lain. Perlu roadmap yang jelas terkait usaha meningkatkan konstibusi keuangan syariah nasional sehingga perbankan syariah dalam negeri dapat mengambil peran yang signifikan," paparnya.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna yang turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa OJK terus mengatur, mengawasi dan melindungi industri jasa keuangan syariah agar industri ini tetap sehat.

“Responsif terhadap dinamika jasa keuangan terus dilakukan OJK dalam rangka menghindari berbagai aktivitas jasa keuangan yang illegal,”tutup Krisna.

EDITOR

Rilis

loading...




Komentar


Berita Terkait