#ojk#ppkmmikro

OJK Berencana Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

OJK Berencana Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022
OJK. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi sinyal untuk memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit untuk berakhir pada Maret 2022. Upaya tersebut dengan harapan menjaga stabilitas pasar keuangan di Tanah Air.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan pertimbangan perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit tersebut dilakukan karena adanya pengetatan kembali pembatasan aktivitas sosial masyarakat melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kami melihat adanya pembatasan mobilitas masyarakat akibat meningkatnya angka yang terpapar covid-19 sekarang ini, sehingga bisa menyebabkan upaya pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah terhambat," ungkap Wimboh, dalam keterangan resminya, Jumat, 30 Juli 2021.

Untuk itu, lanjutnya, OJK melihat adanya potensi untuk melakukan perpanjangan lanjutan restrukturisasi kredit di sektor perbankan.

Adapun kebijakan restrukturisasi kredit diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor Nomor 48/POJK.03/2020 dan restrukturisasi pembiayaan di Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank berdasarkan POJK Nomor 58/POJK.05/2020.

"Keputusan resmi OJK akan dikeluarkan paling lambat akhir Agustus 2021," jelas Wimboh.

Berdasarkan catatan OJK hingga 14 Juni 2021, total outstanding kredit restrukturisasi perbankan mencapai Rp777,31 triliun. Angka itu berasal dari restrukturisasi kredit nasabah UMKM yang mencapai Rp292,39 triliun atau 37,62 persen. Sedangkan dari nasabah non-UMKM sebesar Rp484,92 triliun atau 62,38 persen.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait