#Covid-19lampung#BERITALAMBAR

Objek Wisata di Lambar akan Ditutup Saat Idulfitri

Objek Wisata di Lambar akan Ditutup Saat Idulfitri
Ilustrasi:Medcom.id


 Liwa (Lampost.co) -- Untuk menghindari penyebaran wabah covid-19 di Lampung Barat, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata setempat akan menutup seluruh lokasi objek wisata di wilayah itu pada hari raya Idulfitri hingga satu hari setelahnya.

Penutupan itu dilaksanakan menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Tujuannya adalah untuk pengendalian penyebaran Covid-19 dan mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan pada libur hari raya Idulfitri serta mencegah peningkatan penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pora dan Pariwisata Lambar Tri Umaryani,  mengatakan, untuk menindaklanjuti surat Kemendagri itu, pihaknya telah melayangkan surat edaran yang ditujukan kepada Balai TNBBS, camat dan pengelola destinasi wisata se-Lambar. Surat edaran itu memuat tujuh poin antara lain mengimbau penutupan destinasi wisata di seluruh wilayah Lampung Barat pada hari Raya Idulfitri dan H+1.

Hari selanjutnya usai penutupan, destinasi wisata dapat dibuka kembali sesuai dengan status zonasi masing-masing wilayah. Daerah zonasi hijau/kuning dapat dibuka namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, untuk zonasi merah/oranye ditutup atau tidak diperbolehkan untuk dibuka. Selanjutnya, apabila didapati ada yang melanggar ketentuan tentang penerapan protokol kesehatan, maka destinasi wisata akan dilakukan penutupan. Kemudian, setiap usaha restoran/rumah makan/usaha toko modern harus mengikuti Prokes secara ketat dan jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Kemudian, membatasi kapasitas pengunjung di restoran maksimal 50% untuk layanan makan di tempat. Terakhir, para camat diminta untuk melaksanakan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing. Surat edaran yang tertulis pada 4 Mei itu telah disampaikan kepada para camat dan pengelola destinasi wisata maupun kepala Balai TNBBS terkait. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait