#gagalginjal

Obat Sirop Anak dengan Zat Berbahaya Beredar di Indonesia

Obat Sirop Anak dengan Zat Berbahaya Beredar di Indonesia
Ilustrasi obat batuk sirup. (Foto: Amazon).


Jakarta (Lampost.co) -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas melarang penggunaan etilen glikol dan dietieln glikol (DEG) untuk seluruh obat sirop yang diedarkan.

"Sesuai dengan peraturan dan persyaratan registrasi produk obat, BPOM menetapkan persyaratan semua produk obat sirop untuk anak maupun dewasa tidak boleh menggunakan EG dan DEG," kata Direktur Utama Registrasi Obat BPOM, Siti Asfijah Abdoellah.

Baca juga: BPOM Tarik 5 Obat Sirop dengan Kandungan Etilen Glikol Melebihi Ambang Batas

Namun nyatanya, masih banyak obat-obat sirop dengan zat berbahaya tersebut beredar di pasaran yang dicurigai menjadi penyebab penyakit gagal ginjal akut pada anak yang kasusnya terus menanjak hingga menyebabkan kematian.

Sebelumnya, ramai dibicarakan soal obat sirup produksi India yang mengandung Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) di Gambia, Afrika.

BPOM mengungkapkan mendapat informasi tersebut dari WHO pada tanggal 5 Oktober 2022 terkait obat sirup antara lain Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup. BPOM menyebut keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Fakta baru terungkap, obat-obat tersebut tidak satupun yang terdaftar di Indonesia. "Hingga saat ini, produk dari produsen Maiden Pharmaceutical Lt, India tidak ada yang terdaftar di BPOM," demikian keterangan resmi BPOM.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait