#refleksi#Covid-19Lampung#VarianDelta

Nyambung Nyawa

Nyambung Nyawa
Iskandar Zulkarnain, Wartawan Lampung Post. (DOK)


SEMRINGAH menghiasi wajah Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Kamis (29/7) pagi, orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai itu dikabari Kementerian BUMN untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19. Sangat lega, karena kerja keras tim Lampung selama dua pekan ini untuk menekan penyebaran virus corona segera terealisasi.

Bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, kini Asrama Haji di Rajabasa, Bandar Lampung, disulap menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19. Lalu bantuan oksigen tidak terhingga dari PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) akan dipenuhi, serta Kementerian BUMN juga memperjuangkan permintaan jutaan vaksin untuk masyarakat Lampung.

Tiga poin penting itu terungkap dalam konferensi pers Gubernur bersama anggota Forkopimda plus di lapangan parkir RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Di situ hadir juga Direktur Utama (Dirut) PT Pusri Tri Wahyudi Saleh, Staf Ahli Menteri BUMN sekaligus Dirut PT Pertamina Bina Medika IHC Fathema Djan Rachmat.

Arinal pun tidak bekerja sendirian. Dengan kekompakan 15 bupati dan wali kota di Lampung bersama TNI/Polri, pengusaha, serta swasta bahu-membahu mengatasi pandemi Covid-19. Diyakini ratusan warga Lampung yang terpapar Covid-19 di rumah sakit sangat membutuhkan oksigen.

Belum lagi pasien yang mengisolasi mandiri di rumah karena ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sangat terbatas. Hanya ada ikhtiar bagaimana Lampung bisa menekan angka kenaikan kasus Covid-19. Pasokan oksigen pun sangat dibutuhkan pasien yang sedang menghadapi ancaman maut.

Oksigen bagi pasien yang terpapar dibutuhkan untuk menyambung napas. Bersyukur bagi orang yang sehat menghirup oksigen gratis tanpa bayaran. Dalam Al-Qur’an Surat  Arrahman Ayat (13) disebutkan bahwa; “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” Ini peringatan Tuhan kepada hamba-Nya. Subhanallah.

Ayat tersebut di dalam surat Arrahman disebut sebanyak 31 kali. Betapa nikmatnya sebuah kesehatan! Berapa juta rupiah yang harus dikeluarkan dari kocek ketika menghirup oksigen gratis dari Allah swt. Ketika angka kasus Covid-19 naik tajam. Oksigen diburu, sengaja distok di rumah  untuk bersiap-siap jika mereka terkena wabah yang mematikan ini.

Pusri menyambung nyawa anak bangsa di negeri ini. Untuk tahap pertama, Lampung mendapatkan bantuan 15,08 ton liquid oxygen atau oksigen cair. Kebutuhan dipenuhi pabrik pupuk pertama di Indonesia ini juga seiring meningkatnya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit di Lampung. Selain di Sumsel, Pusri melayani permintaan oksigen di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tri Wahyudi Saleh menceritakan tugas utama Pusri memproduksi pupuk. Tapi pabrik yang berdomisili di Palembang ini juga menghasilkan zat hilir, yakni oksigen dengan kapasitas tiga ton per hari. Di tengah pandemi, tugas mulia pun datang dari Kementerian BUMN. Pusri berkolaborasi dengan PT Sinarmas Group melayani permintaan dengan total produksi 30 ton per hari.

“Kami juga melayani rumah sakit Lampung yang langsung datang sendiri ke Palembang. Pusri akan memenuhi permintaan oksigen. Jumlahnya sudah mencapai 3.700 tabung. Dalam waktu dekat, Pusri menambah alat untuk menyuplai oksigen guna memenuhi kebutuhan Lampung,” kata Tri yang juga mantan Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog.

Jangan sampai kekurangan oksigen yang dirasakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr  Sardjito, Yogyakarta juga akan terjadi di Lampung. Karena keterlambatan pasokan oksigen, 63 pasien meninggal dalam sehari semalam, Sabtu (3/7) hingga Minggu pagi. Karena penanganan terlambat menyebabkan puluhan jiwa melayang. Sangat memprihatinkan!

***

Sekali lagi! Lampung tidak ingin seperti Sardjito, Yogyakarta. Makanya, Arinal bersama anggota Forkopimda dengan sigap menelepon kementerian, Pusri, serta swasta agar ikut sama-sama membantu pasien yang membutuhkan oksigen. Kehabisan oksigen di masa darurat mengusik rasa kemanusiaan.

Apalagi negara sudah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Lampung. Kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memenuhi seluruh infrastruktur medis agar lebih terjamin pasokan oksigen selama masa darurat kesehatan.

Sejak sebulan terakhir, persoalan kekurangan pasokan oksigen menjadi keresahan rakyat seantero nusantara. Kapasitas produksi di negeri ini 75% untuk oksigen industri, serta 25% hanya untuk medis. Saatnya dibalik, 75% kebutuhan medis dan sisanya untuk industri. Tak itu saja, kelangkaan dan tingginya harga obat-obatan yang berlipat-lipat harus dikendalikan juga!

Tentang kepastian ketersediaan oksigen di Lampung ini dijanjikan Menko PMK Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Provinsi Lampung, Kamis (8/7). Harapan itu setelah menteri meninjau dua lokasi perusahaan pengisian dan distributor, yakni Lampung Gas dan PT Aneka Gas Industri Lampung.

Ternyata produksi dua perusahan itu tidak mencukupi karena tingginya jumlah pasien Covid-19. Kehadiran oksigen dari Pusri secara gratis sangat membantu Lampung. Ingat, apa kata ahli epidemiologi dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Varian baru Covid-19 lahir dari negara-negara yang tidak mampu mengendalikan lonjakan kasus positif, kata dia.

Hingga saat ini, negara di dunia belum bisa mengendalikan tingkat positif virus, termasuk Indonesia. “Inilah yang harus diantisipasi dengan berbagai cara. Vaksinasi disegerakan, juga penguatan genomic surveillance,” ujar dia  Ancaman varian baru dari Covid-19 pada tahun ini akan terus terjadi.

Jadi amat wajar jika Gubernur Arinal terus menerus mendesak pusat agar Lampung ini diberikan porsi yang besar ketersediaan vaksin. Keselamatan rakyat di tengah darurat kesehatan di atas segalanya. Dan tidak cukup Kementerian Kesehatan memikirkan nasib Jawa dan Bali. Lampung juga harus dipenuhi karena provinsi ini berada di gerbang Pulau Sumatera.

Patut disyukuri Kementerian BUMN mengutus staf ahlinya ke Lampung. Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Fathema Djan Rachmat memperjuangkan percepatan vaksinasi daerah ini. “Vaksin di Lampung ini harus ditingkatkan karena jumlah kasus cukup meningkat,” kata Fathema.

Bahkan, Lampung kini mendapat bantuan 247 tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), yang superlengkap dipusatkan di Asrama Haji Rajabasa. Fasilitas penanganan Covid-19—ruang isolasinya setara rumah sakit darurat—yang berada di Asrama Haji di Pondok Gede, Jakarta.

Harus menjadi kesadaran tinggi, kementerian baru merealisasikan 1,2 juta dosis vaksin dari kebutuhan 14 juta di Lampung. Jangan sampai pula target Presiden Jokowi bahwa satu juta vaksin per hari pada Juli bahkan Agustus ini hanya wacana. Anak bangsa sudah amat menyadari apabila vaksinasi sangat penting untuk kesehatan dan mempercepat kekebalan kelompok.

Vaksinasi juga mengurangi risiko keparahan dan kematian ketika terpapar. Kesadaran itu terbukti dari banyaknya warga yang berduyun-duyun ketika Polri, TNI, dan pelayan di puskesmas menggelar vaksinasi massal.

Begitu juga upaya menambah BOR, adalah sebuah ikhtiar meningkatkan ketahanan Lampung terhadap pengendalian Covid-19. Kian cepat usaha penanganan virus corona, maka Indonesia akan segera keluar dari lilitan krisis kesehatan dan ekonomi dalam sepanjang sejarah.  ***

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait