#KOTALAYAKANAK#BERITALAMPUNG

Nunik Pacu Lampung Layak Anak dan Ramah Perempuan

Nunik Pacu Lampung Layak Anak dan Ramah Perempuan
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. Dok ADPIM


Bandar Lampung (Lampost co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus berusaha untuk mewujudkan Provinsi Lampung menjadi layak anak dan ramah perempuan. Persoalan perempuan dan perlindungan anak merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian khusus.


Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, menyampaikan bahwa visi misi Provinsi Lampung yakni meningkatkan SDM dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan kaum difabel terus diwujudkan. Apalagi Pemprov Lampung memiliki banyak pekerjaan rumah perihal anak mulai dari perbaikan gizi serta tumbuh kembang anak termasuk pencegahan perkawinan anak.

"Kami mendorong adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan perkawinan anak," kata Nunik dalam siaran resmi yang diterima, Jumat, 16 April 2021.


Ia mengatakan perkawinan anak merupakan pelanggaran atas hak anak serta memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kekerasan fisik, psikis, dan dampak buruk lainnya ketika dipaksakan menikah di usia yang belum matang. Selain itu, Lampung sebagai kantong terbesar pengirim pekerja migran indonesia dimana kebanyakan merupakan pekerja yang tidak memiliki skill khusus rentan mengalami kekerasan baik saat di negara penempatan ataupun di daerah asal.

"Perlu diadakannya pendampingan kepada pekerja imigran khususnya pekerja imigran perempuan," ujarnya.

Isu-isu strategis lainnya seperti perempuan sebagai kepala rumah tangga dan rendahnya tingkat pendidikan juga dapat menjadi perhatian Forum Puspa. Kemudian perlunya gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran perempuan muda terkait pentingnya pembekalan kemampuan diri baik secara fisik maupun psikis.

"Peningkatan persentase perempuan usia muda perlu diiringi dengan peningkatan kualitas hidup", ujarnya.


Sebelumnya, pihaknya juga telah mengukukuhkan pengurus Forum Komunikasi (Puspa) Provinsi Lampung tahun 2021-2023, di Ballroom Hotel Bukit Randu Lampung, Kamis (15/04/21) kemarin. Ia mengajak Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) tersebut berkontribusi dalam mewujudkan Provinsi Lampung Layak Anak dan Ramah Perempuan.


Forum Puspa sendiri merupakan wadah tempat berkumpulnya berbagai elemen partisipasi publik meliputi organisasi profesi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen partisipasi publik yakni organisasi profesi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, akademisi/lembaga riset, dan media. Forum yang menaungi 34 lembaga dibawahnya ini ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi pada perempuan.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait