#Bansos#DTKS

Nunik Minta DTKS Diperbarui Agar Bansos Tepat Sasaran

Nunik Minta DTKS Diperbarui Agar Bansos Tepat Sasaran
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan langkah-langkah untuk penanggulangan masyarakat miskin di Bumi Ruwai Jurai. Salah satunya yakni pendataan secara akurat rumah tangga miskin yang ada melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kementerian Sosial (Kemensos) juga melakukan penataan data penerima bantuan sosial agar terintegrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data Administrasi Kependudukan (Adminduk). Kemensos menggandeng Kemendagri khususnya Direktorat Jenderal Adminduk melakukan pendaftaran penduduk bagi kelompok rentan baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengatakan bahwa pihaknya mengajak semua pihak untuk melakukan validasi data terkait masyarakat miskin yang ada di Provinsi Lampung. Pendataan merupakan basis utama untuk menyentuh langsung masyarakat yang kurang mampu dalam segi perekonomiannya.

"Kita ingin semua program bantuan itu satu data yang digunakan yakni DTKS," kata Nunik, sapaan akrab Chusnunia, usai memberikan arahan acara tapat koordinasi Program Bantuan Sosial dan Data Terpadu Kesehatan Sosial (DTKS) di Swiss-bell Hotel, Bandar Lampung, Selasa, 16 Maret 2021.

Oleh sebab itu pihaknya mengajak organisasi perangkat daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kinerjanya, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Provinsi serta Kabupaten/Kota melakukan pendataan yang akurat. Kemudian juga pendataan sampai ditingkat desa bersama Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) serta Ombudsman.

"Harapannya kedepan DTKS ini betul-betul valid sesuai data orang yang membutuhkan bantuan sosial. Sehingga DTKS bisa menjadi acuan semua pihak. Apalagi Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota mempunyai program masing-masing tinggal liat data saja siapa yang belum dapat bantuan, orang miskin yang belum masuk kita akomodir," katanya.

Sesuai informasi yang dihimpun di website resmi dtks.kemensos.go.id, sebaran jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berdasarkan Kepmensos Nomor: 146/HUK/2020 pertanggal 19 Desember 2020. Di Provinsi Lampung terdata ada 1.018.184 jumlah rumah tangga (ruta) atau 3.629.777 jumlah individunya.

Sementara di Lampung Selatan menempati posisi teratas dengan 153.096 jumlah rumah tangga, disusul Lampung Tengah 135.245 jumlah rumah tangga, Lampung Timur 131.563 rumah tangga, sementara diurutan terakhir ada Metro 11.841 jumlah rumah tangga.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait