NTpbps

Nilai Tukar Petani Subsektor Perikanan Tangkap Oktober Tertinggi

Nilai Tukar Petani Subsektor Perikanan Tangkap Oktober Tertinggi
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung Oktober 2020 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi dan Palawija (NTP-P) (91,64), Hortikultura (NTP-H) (96,30), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (96,42), Peternakan (NTP-Pt) (99,02), Perikanan Tangkap (102,61), dan Perikanan Budidaya  (100,21). 

Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 94,74. Pada Oktober 2020, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan budidaya, seperti, gabah, ketela pohon, beberapa jenis ternak dan unggas, dan beberapa jenis ikan budidaya.

"Sedangkan subsektor hortikultura, tanaman perkebunan, dan perikanan tangkap mengalami kenaikan harga, antara lain pada sayuran dan buah, kelapa, kakao, karet, kelapa sawit, dan beberapa jenis ikan tangkap," kata Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar.

Pada Oktober 2020 indeks konsumsi rumah tangga daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami kenaikan sebesar sebesar 0,33 persen yang disebabkan oleh naiknya hampir seluruh kelompok indeks harga, kecuali pendidikan dan penyediaan makan dan minuman restoran. 

"Secara rinci yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 0,53 persen, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,09 persen, perumahan, alat listrik, dan bahan bakar lainnya naik sebesar 0,02 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,20 persen, kesehatan naik sebesar 0,04 persen, transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,02 persen, rekreasi, olahraga dan budaya naik sebesar 0,31, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,07 persen," jelasnya. 

Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan dan penyediaan makan dan minuman/restoran.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait