#NILAITUKARPETANI#BPSLAMPUNG

Nilai Tukar Petani di Lampung Naik 1,14%

Nilai Tukar Petani di Lampung Naik 1,14%
Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar, saat menyampaikan perkembangan NTP Provinsi Lampung melalui kanal youtube, Rabu, 1 September 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 13 kabupaten di Provinsi Lampung pada Agustus 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung sebesar 102,91 atau mengalami kenaikan sebesar 1,14% ketimbang Juli 2021 sebesar 101,75. Sementara itu, NTP nasional naik sebesar 1,16% dari 103,48 pada Juli 2021 menjadi 104,68 pada Agustus 2021.

Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar, mengatakan NTP Provinsi Lampung Agustus 2021untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi & Palawija (NTP-P) (93,55), Hortikultura (NTP-H) (94,70), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (114,62), Peternakan (NTP-Pt) (103,82), Perikanan Tangkap (106,96), dan Perikanan Budidaya (101,53). Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 102,91.

"Agustus 2021, subsektor yang mengalami kenaikan indeks antara lain tanaman padi dan palawija, tanaman perkebunan rakyat, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya. Sedangkan subsektor lainnya mengalami penurunan indeks yaitu subsektor hortikultura dan peternakan seperti pada harga beberapa jenis sayur-sayuran, buah-buahan, ternak besar, ternak kecil, dan unggas," katanya saat menyampaikan perkembangan NTP Provinsi Lampung melalui kanal youtube, Rabu, 1 September 2021.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Lampung Naik 1,21%

Kemudian, pada Agustus 2021, indeks konsumsi rumah tangga daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami penurunan yang disebabkan oleh penurunan kelompok indeks harga makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Secara rinci yaitu kelompok makanan, minuman, tembakau, turun sebesar 0,69%, kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,11%, kelompok perumahan, alat listrik, serta bahan bakar lainnya naik sebesar 0,19%.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,05%, kelompok kesehatan naik sebesar 0,20%, kelompok transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,09%. Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,04%, kelompok pendidikan naik sebesar 0,22%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang naik 0,06%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,14%.

"Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait