#BERITATULANGBAWANG#KORUPSI

Nilai Kerugian Negara Kasus DAK Pendidikan di Tuba Sudah Dikantongi

Nilai Kerugian Negara Kasus DAK Pendidikan di Tuba Sudah Dikantongi
Ilustrasi: Pixabay.com


 

Menggala (Lampost.co)---Tim penyidik Kejaksaan Negeri Tulangbawang (Tuba) telah mengantongi nilai kerugian negara terhadap kasus fee kegiatan proyek dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan Tuba 2019. 

Kerugian negara dihitung dari dugaan  pungutan sebesar 10-12,5 persen yang melibatkan dua tersangka terhadap kegiatan senilai Rp49 miliar tersebut. Kegiatan DAK tersebut diperuntukan untuk SD, SMP dan lembaga pendidikan SKB serta PAUD yang tersebar di 15 kecamatan di Tulangbawang.

"Untuk angka kerugian negaranya sudah kami dapatkan  sesuai dengan temuan penyidik dan pengakuan dari kepala sekolah penerima dan sejumlah pihak yang sudah kami periksa. Untuk angkanya saya tidak bisa sebutkan sekarang yang pasti angka sudah ada dan cukup besar,"ujar ujar Kasi Intelejen Kejari Tuba,  Leo Nardo Adiguna kepada lampost.co, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 25 Februari 2021.

Ia mengaku selama proses  penyidikan, tim tidak mendapatkan kendala dalam mengungkap dugaan korusi dalam  kasus tersebut. Sebab, dua tersangka yakni Nas dan Gun serta seluruh kepala sekolah dan sejumlah pihak yang terlibat kooperatif. "Selama proses kasus ini berjalan semua kepala sekolah kooperatif dan selalu datang dalam pemeriksaan termasuk dua tersangkan yang tidak kita tahan. Artinya, tidak ada hal-hal yang menghambat proses penyidikan,"kata dia

Terkait dengan penyitaan dokumen DAK 2019, pihaknya juga sudah melayangkan surat penyitaan kepada Pengadilan Negeri. 
"Semua tetap berproses. Kalau terkait penetapan kerugian negara penyidik belum melibatkan pihak diluar penyidik. Tapi, kalau dibutuhkan tetap akan mengadeng pihak yang berkompeten," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini tim penyidik sudah menurunkan tim untuk melakukan asistensi aset dua tersangka. 
"Sekarang kami juga sedang turun untuk mendata semua aset dua tersangka. Ini salah satu langkah keseriusan penyidik untuk secepatnya melimpahkan kasus ini ke pengadilan,"kata dia.

Dalam kasus ini, pihak kejaksaan setempat telah menetapkan dua tersangka yakni mantan kadis pendidikan setempat, Nas dan Gun dari pihak swasta. Meski sudah ditetapkan tersangka, keduanya tidak ditahan karena penyidik menilai keduanya kooperatif. 

"Saat ini baru dua tersangka yang kami tetapkan. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru jika dalam pemeriksaan lanjutan didapatkan pengakuan dan barang bukti baru,"tutup Leo. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait