#ekonomibisnis#bandarlampung

Nilai Investasi Bandar Lampung Meningkat

( kata)
Nilai Investasi Bandar Lampung Meningkat
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) --  Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam meningkatkan nilai investasi demi kesejehteraan masyarakat membuahkan hasil. Hingga kini nilai investasi di Kota Tapis Berseri meningkat. Peningkatan tersebut salah satunya didukung bidang kuliner atau industri makanan dan perhotelan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung, A Fachruddin mengatakan nilai investasi di Kota Tapis Berseri, per triwulan tahun 2019 ini meningkat. Indikator peningkatan tersebut dari sektor industri makanan dan industri hotel.

"Data terkini dari BKPM RI 2019 triwulan ketiga untuk penanaman modal asing 600.631.677 juta dolar AS dan modal dalam negeri berada pada angka Rp190.210.806.309.892," ujarnya, Minggu, 15 Desember 2019.

Menurut dia, keberhasilan pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung merupakan wujud nyata peran serta pihaknya dalam pelayanan terpadu satu pintu yang memberikan kontribusi dalam pelayanan publik khususnya di bidang usaha. "Pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel untuk mendorong investasi di Bandar Lampung dalam mewujudkan visi perizinan yang prima melalui peningkatan sumber daya manusia dan aparatur profesional," katanya.

Dia menjelaskan untuk jika dibandingkan dengan data tahun lalu, peningkatan investasi mencapai Rp5,5 miliar. "Untuk sektor sekunder pada industri makanan tahun lalu Rp5,5 miliar sedangkan tahun ini naik menjadi Rp6,9 miliar. Kemudian dari sektor tersier untuk bidang perhotelan dan restoran tahun lalu Rp1,7 miliar tahun ini meningkat pesat menjadi Rp3,1 miliar," ujarnya.

Dia menambahkan secara keseluruhan dari sektor sekunder untuk peningkatan dalam bentuk persentasenya yaitu 17,41 persen. Dan, untuk tersiernya persentase peningkatan sampai akhir tahun ini 53,06 persen.

Jika melihat adanya peningkatan dari tahun lalu, diperkirakan investasi Bandar Lampung akan lebih meningkat secara signifikan karena diperkirakan pada 2020 investor yang berasal dari Jepang dan Malaysia akan menanamkan investasinya.

"Yang pertama dari Jepang direncanakan akan menanamkan saham 5 juta dolar AS dan  Malaysia sekitar 600 sampai 700 ribu dolar AS," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar