#eksporimpor#ekbis

Nilai Ekspor Lampung pada April 2022 Turun, Impor Naik

Nilai Ekspor Lampung pada April 2022 Turun, Impor Naik
Nilai Ekspor Lampung pada April 2022 Turun, Impor Naik. (Ilustrasi)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Nilai Ekspor Provinsi Lampung pada April 2022 mencapai US$374,80 juta, mengalami penurunan sebesar US$210,24 juta atau turun 35,94 persen dibandingkan Maret 2022 yang mencapai US$585,04 juta. Sementara nilai impor Provinsi Lampung pada April 2022 mencapai US$259,38 juta, mengalami peningkatan sebesar US$86,21 juta atau naik 49,78 persen dibanding Maret 2022 yang tercatat US$173,17 juta.


Sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada April 2022 adalah batu bara, lemak dan minyak hewan/nabati, olahan dari buah-buahan/sayuran, kopi, teh, rempah-rempah, ampas/sisa industri makanan, berbagai produk kimia, ikan dan udang, daging dan ikan olahan, karet dan barang dari karet, serta bubur kayu/pulp.

"Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada April 2022 adalah Amerika Serikat, India, Italia, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Tiongkok, Pakistan, dan Brazil," ujar Kepala BPS Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, Kamis, 2 Juni 2022. 

Ekspor menurut sektor selama sebulan terakhir terjadi penurunan pada sektor industri pengolahan turun sebesar 39,67 persen, pertambangan dan lainya turun sebesar 27,58 persen, pertanian turun sebesar 30,06 persen.

Kemudian, nilai impor Provinsi Lampung pada April 2022 mencapai US$259,38 juta, mengalami peningkatan sebesar US$86,21 juta atau naik 49,78 persen dibanding Maret 2022 yang tercatat US$173,17 juta. Nilai impor April 2022 tersebut mengalami peningkatan US$39,11 juta atau naik 17,76 persen jika dibanding April 2021 yang tercatat US$220,27 juta.

Negara pemasok barang impor terbesar ke Provinsi Lampung pada April 2022 adalah Nigeria US$92,61 juta, India US$27,98 juta, Amerika Serikat US$26,10 juta, Thailand US$25,58 juta, Australia US$21,30 juta, Brazil US$11,94 juta, Tiongkok US$9,95 juta, Malaysia US$8,46 juta, Paraguay US$6,70 juta dan Jepang US$5,45 juta.

Nilai impor pada April 2022 dibanding Maret 2022 untuk barang konsumsi naik sebesar 56,69 persen, bahan baku penolong naik sebesar 52,65 persen, sementara itu barang modal turun 16,72 persen.

Dari sepuluh golongan barang impor utama pada April 2022, delapan golongan barang mengalami peningkatan, masing-masing adalah gula dan kembang gula naik 11,53 persen, biji-bijian berminyak naik 23,48 persen, ampas/sisa industri makanan naik 22,2 persen, binatang hidup naik 32,98 persen, besi dan baja naik 357,06 persen, ikan dan udang naik 12,26 persen, bahan kimia organik naik 71,26 persen, serta plastik dan barang dari plastik naik 98,13 persen. Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan adalah pupuk turun 53,49 persen dan mesin-mesin/pesawat mekanik turun 8,33 persen.

Sepuluh negara pemasok barang impor terbesar ke Provinsi Lampung pada April 2022 adalah Nigeria US$92,61 juta, India US$27,98 juta, Amerika Serikat US$26,10 juta, Thailand US$25,58 juta, Australia US$21,30 juta, Brasil US$11,94 juta, Tiongkok US$9,95 juta, Malaysia US$8,46 juta, Paraguay US$6,70 juta, dan Jepang US$5,45 juta. 

Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok 10 negara utama lainnya (Nigeria, India, Amerika Serikat, Australia, Brazil, Tiongkok, Paraguay, Jepang, Mesir, dan Taiwan) yang mencapai US$209,99 juta, kemudian diikuti ASEAN US$38,82 juta, dan Uni Eropa US$1,67 juta. 

Kontribusi impor Provinsi Lampung selama April 2022 dari total negara utama mencapai 96,57 persen, terdiri dari kelompok 10 negara utama lainnya 80,96 persen, kawasan ASEAN 14,97 persen, dan kelompok Uni Eropa 0,64 persen. Total impor dari negara utama pada April 2022 mencapai US$250,48 juta.

Nilai ekspor Provinsi Lampung pada April 2022 mencapai US$374,80 juta, lebih tinggi dari nilai impor April 2022 sebesar US$259,38 juta. Kondisi ini menjelaskan bahwa neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2022 mengalami surplus sebesar US115,42 juta. 

Surplus neraca perdagangan Provinsi Lampung pada April 2022 diperoleh dari negara yang tergabung dalam Uni Eropa sebesar US$78,37 juta, serta dari kelompok negara selain negara utama sebesar US$75,31 juta. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait