#Covid-19lampung#beritalampung

Nilai Ct Tak Jadi Patokan Diagnosa Covid-19

Nilai Ct Tak Jadi Patokan Diagnosa Covid-19
Kepala Labkesda Lampung, Leni Yurina. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Kepala Labkesda Lampung, Leni Yurina, menyampaikan di awal pandemi seseorang terkonfirmasi positif Covid-19 memiliki nilai Ct yang rendah. Kemudian perlahan naik hingga mencapai kesembuhan.

Ct atau Cycle threshold merupakan hasil deteksi gen pada tes amplifikasi asam nukleat dengan metode rRT-PCR. Biasanya seseorang dinyatakan negatif jika nilai Ct dari hasil tes di atas 30 maksimal 40.

"Jadi masyarakat harus paham, banyak masyarakat yang salah paham dan tidak terima karena dinyatakan positif Covid-19," kata dia, Jumat, 11 Juni 2021.

Ketua IDI Bandar Lampung, Aditya M Biomed, mengatakan saat ini terjadi perubahan pada situasi tersebut. Banyak pasien yang hasil pemeriksaan positif Covid-19, tetapi Ct-nya tinggi. Kemudian sembuh dalam beberapa hari. "Ternyata ini karena sistem imunnya bagus," kata dia.

Namun, ada pula kasus yang bertolakbelakang dengan itu. Terdapat pasien yang positif dengan Ct rendah. Kemudian Ct-nya terus mengalami penurunan dan sembuh lebih lama.

Hal itu dipengaruhi alat PCR yang digunakan. Setiap mesin PCR memiliki daya tangkapan yang berbeda, sehingga hasil pemeriksaan bisa jadi berbeda.

Menurutnya, fenomena itu juga menjadi salah satu ciri terjadinya mutasi virus. Meski begitu, berdasarkan sampel yang dikirimkan ke Puslitbangkes Nasional belum ada mutasi virus di Lampung. "Meskipun terjadi mutasi nantinya, mesin PCR yang dimiliki Labkesda Lampung tetap bisa mendeteksi virus," jelasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait