#Kecelakaan#JTTS

Ngebut di Tol JTTS Siap-siap Ditilang

Ngebut di Tol JTTS Siap-siap Ditilang
Petugas Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera melakukan pemeriksaan kendaraan yang melaju kencang. Dok Hutama Karya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung melakukan operasi batas kecepatan menggunakan speed gun dan self assesment microsleep guna mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol.

Branch Manager PT Hutama Karya Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka), Yoni Satyo Wisnuwardhono mengatakan, jajarannya sedang mengupayakan pengurangan insiden kecelakaan di jalan tol. Menurutny, sebagin besar kecelakaan disebabkan faktor human error alias kelalaian manusia. 

"80 persen kecelakaan disebabkan faktor manusia, seperti mengantuk diikuti kendaraan yang melaju kencang. Kadang ditemukan juga jumlah penumpang atau muatan melebihi batas ketentuan," kata Yoni, Kamis, 23 September 2021.

Baca: JTTS Hidupkan Geliat Ekonomi Lampung

Ia mengimbau kepada seluruh pengemudi agar senantiasa melakukan pengecekan kondisi tubuh maupun kendaraan. Sebelum melakukan perjalanan harus dipastikan kondisi tubuh sehat dan kendaraan layak jalan. Kemudian juga mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.

"Kita melakukan operasi dengan menyesuaikan kemungkinan terjadinya kecelakaan yang biasa terjadi malam hari, namun akhir-akhir ini terjadi pada siang hari," katanya.

Kanit IV PJR Ditlantas Polda Lampung, AKP Yuniarta mengatakan, setiap 10 kilometer sebelum rest area, pihaknya telah menyiapkan petugas yang akan melakukan pemeriksaan kecepatan kendaraan dengan speed gun. Kemudian hasil foto alat tersebut disampaikan kepada petugas yang telah stand by di rest area.

Di JTTS Lampung, kecepatan kendaraan maksimal 100 km/jam dan minimal 60 km/jam.

"Bagi kendaraan yang melebihi batas kecepatan 100 km/jam maka kita lakukan tindakan tilang," katanya.

Sementara itu, salah satu pengemudi, Ridwansyah mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya batas maksimal kendaraan melaju di jalan tol. Ia malah membawa kendaraan dengan kecepatan 139 km/jam.

"Saya enggak tahu kalau memacu kendaraan di atas 100 km/jam itu dilarang, tiba-tiba di rest area disetop dan ditilang," kata pengemudi dari Palembang tujuan Cirebon tersebut. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait