#rusiavsukraina#rusia#ukraina

NEO Satbravo 90 Kopasgat TNI AU Bantu Kepulangan WNI di Ukraina

NEO Satbravo 90 Kopasgat TNI AU Bantu Kepulangan WNI di Ukraina
Tim Satbravo 90 Kopasgat TNI AU membantu kepulangan WNI di Ukraina, Kamis, 3 Maret 2022. (Foto: Istimewa)


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah Republik Indonesia, melalui kementerian Luar Negeri berhasil memulangkan warga negara Indonesia yang sempat terjebak konflik Rusia-Ukraina, melalui bandara internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 3 Maret 2022. 

Prosedur Non-combatant Evacuation Operations, evakuasi ini melibatkan Tim Satbravo 90 Kopasgat TNI AU, yang telah dipersiapkan sejak 26 Februari 2021. Sebanyak 9 personel Satbravo 90 Kopasgat dipersiapkan untuk melaksanakan proses evakuasi WNI. 

Diberitakan sebelumnya, Tim evakuasi dari Jakarta berangkat pada Selasa 2 Maret 02.40 WIB, tiba di Bukares, Rumania, 3 Maret pukul 15.10 waktu setempat. Lalu kembali diberangkatkan dari Bukares menuju Jakarta jam 20.23 waktu setempat, atau 5,5 jam setelah mendarat. Rute Perjalanan 17 jam melewati Bukares, Madinah, Jakarta. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan perjalanan yang dilalui WNI tak mudah. Para WNI harus melewati pemeriksaan dan jam malam yang berlaku di sana. ’’Kami berterima kasih kepada tim penjemput, KBRI Bukares, Kiev, dan Moskow, serta seluruh tim bekerja bahu membahu,” katanya. 

Sebanyak 83 WNI berhasil dievakuasi menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bucharest, Rumania, dengan rincian laki dewasa 11 orang, wanita dewasa 48 orang, anak laki-laki 7 orang, anak perempuan 9 orang, bayi 5 orang dan WNA 3 orang. 

Para WNI yang sebagian merupakan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina itu harus menempuh perjalanan darat ke Bucharest, Rumania, sebelum dipulangkan ke Jakarta, Indonesia.

Tidak hanya Ukraina, Sebelunya tim Satbravo 90 Kopasgat TNI AU telah terlibat dalam operasi evakuasi WNI dari Afganistan pada 21 Agustus 2021 silam. 

Proses evakuasi dari Afghanistan melibatkan 25 personel TNI AU yang enam di antaranya adalah anggota pasukan elite Satbravo-90 Kopasgat. Selama ini Satbravo-90 dikenal sebagai pasukan khusus antiteror milik TNI AU.

Operasi evakuasi Afghanistan menggunakan pesawat Boeing 737 seri 400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma mengambil rute Islamabad, Pakistan kemudian Kolombo, Srilanka, Karachi-Islamaad. Kemudian dari Islamabad baru melaksanakan evaluasi WNI yang ada di Bandara Hamid Karzai, International Kabul, Afghanistan.

Konsep Non-combatant Evacuation Operations (NEO) sendiri merupakan sebuah prosedur operasi evakuasi bagi warga sipil atau Militer yang tidak terlibat langsung dalam konflik untuk dievakuasi dari daerah berbahaya. 

Secara prosedural, proses pelaksanaan Evakuasi atau NEO ini merupakan hasil rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri yang diteruskan kepada kementerian pertahanan dan militer untuk mengkoordinasikan recana evaluasi bersama badan terkait.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait