#nelayan

Nelayan Pesisir Lamsel Libur Melaut karena Gelombang Tinggi

Nelayan Pesisir Lamsel Libur Melaut karena Gelombang Tinggi
Beberapa perahu milik nelayan di Desa Maja, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, saat ditambatkan di tepi pesisir desa setempat, Rabu, 10 Juni 2020. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah nelayan di pesisir Lampung Selatan menghentikan aktivitas mencari ikan karena gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, penghasilan nelayan setempat turun drastis.

Winarno (40), salah satu nelayan di Desa Maja, Kecamatan Kalianda, mengatakan enggan melaut mencari ikan sejak beberapa hari terakhir. Sebab, saat ini sedang musim angin timur yang menimbulkan gelombang tinggi.

"Sekarang ini lagi musim angin timur, Mas. Sehingga, arus gelombang tidak menentu dan terkadang membuat gelombang tinggi. Tentu, dengan kondisi saat ini ikan menjauh dari lokasi bagan," katanya.

Jika memaksa untuk melaut, kata Winarno, ikan yang didapat pun dipastikan tidak akan memuaskan. Oleh sebab itu, dia memilih libur melaut daripada merugi.

"Kalau memaksa bisa-bisa modal tidak kembali, Mas. Sementara persiapan modal untuk melaut tidak sedikit. Mending saya libur dulu sementara waktu," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Sartim (47), nelayan di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa. Dia mengaku lebih memilih memperbaiki peralatan nelayan dan melakukan kegiatan lainnya daripada mencari ikan di laut.

"Sudah lima hari ini saya enggak melaut, Mas. Sebab, ikan lagi belum musim. Kalau lagi kondisi sekarang, saya hanya memperbaiki perahu dan jaring saja. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga terkadang saya ikut kawan kerja bangunan," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait