Pesibarnelayan

Nelayan Pesibar Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Nelayan Pesibar Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem
Perahu nelayan berjajar di Pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat. Lampost.co/Yon Fisoma


PESISIR BARAT (Lampost.co) -- Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Mirza Sahri, mengatakan di tengah cuaca ekstrem yang masih terjadi di Pesisir Barat, berpotensi membuat wilayah pemukiman warga di 11 kecamatan terkena imbasnya.

"Semua wilayah berpotensi karena memang lokasi pemukiman warga sebagian besar berada di pinggir pantai," kata Mirza, Senin 21 Desember.

Kendati demikian, lanjut dia, masih ada waktu tenang terhadap gelombang laut. Dengan demikian, nelayan pun masih bisa melaut. "Seperti perkiraan BMKG cuaca ekstrem ini akan terjadi hingga Februari 2021. Sebenarnya memang setiap tahun cuaca ektrim terjadi pada akhir dan awal tahun. Khusus nelayan memang harus jeli membaca cuaca kalau hendak melaut," kata dia.

Dia melanjutkan, di pantai Tanjungsetia, terdapat sekitar 200-300 orang nelayan yang tidak bisa melaut di periode ini. Waktu itu digunakan untuk memperbaiki alat tangkap, atau mencari pendapatan lain dari bertani atau berkebun. 

Dampak lainnya, kata dia, bencana alam. Namun, hujan selama beberapa hari terakhir tidak membuat luapan air yang parah. "Hanya sekedar genangan saja. Daerah-daerah yang menjadi langganan longsor juga belum ada," kata Mirza. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait