#bbm

Nelayan Kualajaya Lamsel ‘Banting Setir’ Imbas Harga BBM Mahal

Nelayan Kualajaya Lamsel ‘Banting Setir’ Imbas Harga BBM Mahal
Nelayan di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Dok Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) – Nelayan di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, enggan melaut imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, harga BBM saat ini tidak sebanding antara biaya operasional dan hasil tangkapan ikan yang terus menurun.

Salah satu nelayan, Deri (45), mengaku mengeluhkan kenaikan harga BBM jenis solar. Sebab, nilai itu tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

"Sekarang solar Rp6.800 per liter. Sementara hasil tangkapan makin berkurang, sehingga tidak sebanding lagi penghasilan nelayan dengan biaya buat beli solar,” kata Deri, Senin, 12 September 2022.

Untuk itu, nelayan kini lebih memilih mencari buruh bangunan atau lainnya. "Saya belum turun ke laut karena sedang sepi tangkapan di laut. Kalau dipaksakan turun justru menombok. Makanya lebih memilih libur dan mencari kerjaan lain, seperti buruh bangunan," kata dia.

Hendrik (50), nelayan lainnya, mengatakan kenaikan harga BBM membuatnya harus mengeluarkan uang sekitar Rp238 ribu untuk 35 liter solar untuk sekali turun melaut dari pagi sampai sore. "Sebelum naik, harga beli solar cuma Rp180.250,” ungkapnya.

Selain mahal, solar juga diakui sulit didapatkan sehingga harus mencarinya hingga ke Lampung Timur. Dia berharap, Pemkab Lamsel dapat memberikan solusi kepada nelayan di tengah kenaikan harga solar.

"Kalau dari Lampung Selatan enggak ada, mau gak mau beli di Lamtim,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait