buayanelayan

Nelayan Diserang Buaya Alami Luka di Kaki Kiri

Nelayan Diserang Buaya Alami Luka di Kaki Kiri
Pantai Saumil, Kabupaten Tanggamus, lokasi korban diserang buaya Jumat 27 November 2020. Lampost.co/ Abu


KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Nelayan udang rebon kembali menjadi korban diserang buaya saat sedang menjaring di perairan Pantai Saumil, Pekon Karanganyar, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Sabtu 28 November 2020. 

Kali ini korbannya adalah Irwan [25 tahun] warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat, Tanggamus. Korban diserang buaya dengan panjang sekitar 3 meter pada Jumat 27 November 2020 pukul 06.30. Beruntung korban dapat selamat dari serangan ini meski mendapatkan luka serius pada kaki kirinya. 

Menurut Irwan, dirinya berangkat bekerja bersama dengan ayah dan kakaknya. Ketika diserang biuaya, korban menghentakkan kaki kanannya ke arah kepala buaya hingga gigitan buaya dapat terlepas. 

"Kepalanya saya tendang terus sampai gigitan terlepas, tetapi luka karena gigitan tidak bisa dielakan lagi," tuturnya. 

Husnudhon, kakak korban membenarkan hal ini. Saat terlepas dari serangan buaya darah adiknya keluar cukup banyak. Tanpa pikir panjang, kakak korban lalu melarikan adiknya ke pusat pelayanan medis dan langsung diberikan penanganan. 

"Saat sedang menjaring posisi kami tidak jauh, tanda-tanda kemunculan buaya tidak ada. Sampai akhirnya adik saya berteriak minta tolong sembari meronta-ronta," kata dia. 

Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko menuturkan berdasarkan keterangan dari korban dan para saksi korban di sergap buaya saat sedang mencari udang rebon di pesisir pantai. Korban berupaya keras meloloskan diri dari gigitan buaya dan harus menjalani perawatan medis akibat luka yang diderita.

Luka akibat gigitan buaya cukup dalam hingga merobek pembuluh darah. "Korban mendapatkan 11 jahitan di kaki sebelah kiri," Kapolsek kata mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya. 

Atas peristiwa ini, pihak kepolisian kembali melakukan koordinasi dengan pihak lintas sektor, memberikan himbauan langsung kepada nelayan serta menambah banner peringatan.  

"Terhadap tindakan yang akan kami lakukan yakni menambah banner peringatan bahaya agar warga yang berada di pesisir pantai lebih meningkatkan waspada," katanya. 

 
 

EDITOR

Dian Wahyu Kusuma

loading...




Komentar


Berita Terkait