#gelombangtinggi#beritalamsel#nelayan

Nelayan Diingatkan Ancaman Gelombang Tinggi di Selat Sunda

( kata)
Nelayan Diingatkan Ancaman Gelombang Tinggi di Selat Sunda
Ilustrasi. Foto: Google Images

Kalianda (Lampost.co): Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Lampung melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni mengingatkan para nelayan agar menghentikan sejenak aktivitas melaut di perairan Selat Sunda, menyusul kondisi cuaca buruk yang melanda perairan tersebut dalam beberapa hari ke depan. 

"Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan sebelah selatan dan barat Selat Sunda. Gelombang ini beisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri. Prakiraan yang kami terima dari SMM ini berlaku mulai hari ini pada pukul 19:00 WIB sampai Rabu (3/6) pukul 19:00 WIB," kata Kepala KSOP Kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial, kepada Lampost.co, Selasa, 2 Juni 2020.

Menurut dia, gelombang tinggi hingga 4 meter lebih, disertai angin kencang di perairan Selat Sunda bagian barat dan selatan tersebut rawan kecelakaan jika para nelayan tetap nekat melaut.

"Potensi cuaca buruk yang membahayakan aktivitas pelayaran masih harus diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi sangat membahayakan aktivitas nelayan," ungkap Iwan.  

Pihaknya memperkirakan dalam beberapa hari ke depan kecepatan angin di wilayah Selat Sunda bagian selatan umumnya bertiup dari timur laut ke timur dengan kecepatan 2 - 15 knot. Angin di wilayah perairan barat Selat Sunda umumnya bertiup dari timur ke tenggara dengan kecepatan 1 - 20 knot.

Sedangkan perairan Selat Sunda bagian utara yang menjadi jalur penyeberangan kapal feri lintasan Bakauheni- Merak pada umumnya bertiup dari timur laut ke timur dengan kecepatan 4 - 15 knot dengan ketinggian gelombang laut 1,5 meter. 

Menurut Iwan, prakiraan cuaca di jalur penyeberangan tersebut aman untuk aktivitas kapal feri. "Prakiraan untuk jalur penyeberangan saat ini aman untuk aktivitas kapal feri, " tandasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar