#izinpenangkapanbenur#lobster#nelayan

Nelayan Pesisir Barat Berharap Regulasi Penangkapan Benur Segera Disahkan

( kata)
Nelayan Pesisir Barat Berharap Regulasi Penangkapan Benur Segera Disahkan
Ilustrasi lobster: Foto: Dok/Google Images


Krui (Lampost.co): Nelayan di Pesisir Barat berharap pemerintah dapat segera melegalkan kegiatan pencarian atau penangkapan benur (bibit lobster). Apalagi di tengah pandemi Covid-19, perlambatan ekonomi yang terjadi menyebabkan masyarakat khususnya nelayan semakin terdampak.

Kepala Dinas Perikanan (DKP) Kabupaten Pesisir Barat Armen Qodar melalui Kabid Perikanan tangkap Bambang Supeno mengatakan saat ini ada 12 perusahaan eksportir lobster yang telah resmi oleh pemerintah pusat tunjuk dan akan beroperasi dalam jual beli lobster di Kabupaten Pesisir Barat. Berdasarkan Permen Kelautan dan Perikanan RI Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (punulirus.spp), kepiting (scylla spp), dan rajungan (portunus spp) di wilayah NKRI.

"12 perusahaan sudah melapor ke kami. Dari 32 perusahaan eksportir resmi yang ada (terdaftar) di pusat saat ini. Untuk eksportir benih lobster (benur). Kami sudah melapor mengusulkan kepada Kementrian KP melalui DKP Provinsi Lampung," kata dia, Kamis, 6 Agustus 2020.

Baca: Syarat Menjadi Nelayan Penangkap Benur

Dia mengatakan sebanyak 1.624 nelayan di kabupaten setempat telah mendaftar ke DKP Pesisir Barat untuk memperoleh rekomendasi penangkapan benur di Pesisir Barat melalui 12 perusahaan resmi. Para nelayan itu nantinya bisa bergabung dan memilih perusahaan mana yang akan dijadikan mitranya. Namun, hingga saat ini usulan DKP Pesisir Barat itu masih dalam proses di DKP Provinsi Lampung.

"Kami berharap semoga cepat keluar penetapan dari Kementrian. Kami belum tahu apa kendalanya di provinsi, usulan kami itu memang sudah di meja Kadis KP Provinsi. Mungkin masih tahap verivikasi," kata dia.

Selama ini, kata dia, penangkapan benur adalah kegiatan ilegal dan melanggar hukum. Dengan segera diterbitkannya peneretapan dari Kementrian KP tentang legalitas penangkapan benur, maka para nelayan itu telah resmi dapat bekerja tenang dan nyaman karena tidak akan berurusan dengan hukum.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar