#bantuansosial#bantuansembako#beritalampung#nelayan

Nelayan di Lampung Belum Terdata Menjadi Penerima Bansos

( kata)
Nelayan di Lampung Belum Terdata Menjadi Penerima Bansos
Beberapa nelayan di Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan, saat memperbaiki jaring lantaran tidak melaut, Kamis (9/1/2020). Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Lampung mengeluhkan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum melakukan pendataan kepada nelayan untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. 

Bahkan, HNSI mengatakan pemerintah daerah dianggap pilih kasih dan hanya asal pilih jika ada bantuan dari Kementerian. Karena, hampir seluruh nelayan yang ada di Lampung mengatakan jarang mendapatkan bantuan baik itu Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau bantaun lainnya.

"Sampai saat ini belum ada sosialisasi pengucuran dana yang katanya akan dikeluarkan hingga Rp34 triliun seluruh Indonesia. Ketua kabupaten/kota belum ada instruksi mengenai sosialisasi tersebut, dan memang kami sebagai persatuan nelayan jarang diperhatikan," kata Ketua DPD HNSI Provinsi Lampung, Bayu Witara, kepada Lampung Post, Minggu, 31 Mei 2020.

Ia mengatakan saat ini Dinas Kelauran kabupaten/kota atau provinsi yang kekurangan personel mengakibatkan kinerja pendataan nelayan yang tidak maksimal dan optimal.

"Kami rasa kekurangan personel yang turun langsung untuk mendata nelayan miskin atau prasejahtera ini tidak ada. Jadi pemerintah asal pilih saja jika ada penyaluran bantuan. Padahal yang nelayan sangat kekurangan itu banyak," jelasnya.

Menurutnya, alangkah baiknya jika pemerintah mau bergandengan tangan untuk masalah pendataan, sehingga akan lebih terlihat akar rumput dari permasalahan nelayan yang paling membutuhkan bantuan. Karena saat ini, sangat banyak penerima bantuan seperti halnya BLT yang tidak tepat sasaran. 

"Saya imbau teman-teman nelayan, untuk mengajak dinas bergandeng tangan untuk membantu kawan-kawan dinas apa yang dibutuhkan, misal pendataan. Kalau memang dinas tidak percaya dengan organisasi kami bisa juga mengajak mahasiswa atau volounter untuk data kami," ujar dia.

Kritikan ini, lanjut dia, bisa dipertanggung jawabkan. Sebab, hal inilah yang sedang dirasakan nelayan Provinsi Lampung yang terdampak virus korona namun tidak dapat bantuan. "Gimana mau tepat sasaran kalau oihak dinas  kenal saja tidak dan tidak mau menyentuh langsung ke lapangan," kata dia.
 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar