#inflasi#BPS

Nataru dan Faktor Cuaca Dorong Inflasi Lampung Capai Target

Nataru dan Faktor Cuaca Dorong Inflasi Lampung Capai Target
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada 2021 tercatat berada pada kisaran sasaran 3,0%. Capaian inflasi IHK tahun 2021 tercatat sebesar 2,19% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2020, yakni 2,00% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan peningkatan tekanan inflasi tersebut didorong oleh adanya peningkatan harga komoditas dunia, faktor cuaca dan penyesuaian tarif cukai rokok ditengah terbatasnya permintaan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Peningkatan tekanan inflasi di tahun 2021 terjadi pada kelompok inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (VF) dan harga yang diatur pemerintah (AP)," katanya melalui siaran resminya, Senin, 3 Januari 2021.

Tekanan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Desember 2021 meningkat yaitu sebesar 0,99% (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,53% (mtm), dan rata-rata inflasi Desember dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,68% (mtm).

"Dilihat dari sumbernya, tekanan inflasi pada bulan Desember 2021 didorong oleh peningkatan tekanan harga pada sub kelompok makanan dengan andil 0,85%(mtm)," katanya.

Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras dan minyak goreng. Kenaikan harga aneka cabai didorong oleh terbatasnya pasokan akibat terganggunya produksi yang disebabkan oleh tinggi nya curah hujan pada periode berjalan.

Selain itu, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan seiring dengan masuknya periode HBKN Nataru, pembatasan Nataru yang lebih permisif (pembatalan PPKM level 3) serta adanya event muktamar NU pada akhir tahun 2021 di Provinsi Lampung.

Sementara itu, kenaikan harga beras didorong oleh belum masuknya masa panen dan peningkatan permintaan pada Nataru. Selanjutnya, kenaikan harga minyak goreng masih disebabkan oleh berlanjutnya peningkatan harga komoditas CPO dunia sebagai bahan baku utama.

Lalu Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan NTP ini terjadi pada subsektor tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan tangkap. Kenaikan NTP tersebut didorong oleh adanya peningkatan harga pada komoditas cabai merah, kelapa sawit, kopi, sapi potong, ayam ras dan ikan teri.

Di sisi lain, tekanan inflasi pedesaan yang tergambar dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga Petani tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,02% (mtm) didorong oleh peningkatan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau. Dengan demikian, NTP Desember 2021 tercatat meningkat sebesar 0,99% (mtm) dari 105,25 di bulan November 2021 menjadi 106,29 pada bulan Desember 2021.

"Meskipun secara umum tercatat di atas 100, NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat masih berada di bawah 100 yang tercatat sebesar 94,23," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait