#longsor#banjir#beritalampung#peristiwa#bencanaalam

Nasib Rumah Janda di Segalamider Diujung Tanduk

( kata)
Nasib Rumah Janda di Segalamider Diujung Tanduk
Adik korban, Aji (60) menunjukkan lokasi longsoran tanah yang berada di pinggir kali balau, Segala mider, Tanjungkarang Barat. Lampost.co/Firman Luqmanulhakim


Bandar Lampung (Lampost.co): Hujan deras yang melanda Kota Tapis Berseri beberapa waktu lalu menyebabkan beberapa sungai dan kali meluap yang membanjiri sejumlah rumah warga. 

Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menginventarisir kerugian yang diakibatkan bencana tersebut. Namun, ada satu rumah warga yang terkena longsor akibat banjir belum mendapatkan perhatian pemerintah setempat.

Hardi Wahyuni (65) seorang janda tua yang mendiami rumah di Jalan Pagaralam,Gang Damai, Nomor 23, Kelurahan Segalamider, Tanjungkarang Barat menceritakan akibat luapan Kali Balau pada Jumat, 12 Juni 2020, sebagian halaman rumahnya lenyap terbawa longsoran tanah.

"Sekali hujan deras lagi, rumah saya pasti terbawa longsoran tanah," kata dia kepada Lampost.co, Minggu, 14 Juni 2020.

Janda beranak empat ini berharap Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memberikan bantuan karena dia juga menjadi korban banjir yang melanda beberapa wilayah ini.

"Belum ada kabar bantuan dari aparat pemerintahan setempat. Pinggiran kali ini harus dibangun talud kalau tidak rumah saya pasti ambruk," ujar wanita yang akrab disapa Yuni itu.

Akibat peristiwa longsor tersebut, Yuni tidak nyenyak tidur saat hujan kembali turun pada Sabtu, 13 Juni 2020, malam.
"Gak bisa tidur, bawaannya was-was terus, takut longsor lagi," katanya.

Untuk menghindari peristiwa longsor susulan, dia dibantu saudaranya membuat pondasi kecil untuk mencegah kejadian serupa terulang. "Ya mau gimana lagi ini juga hanya dibantu saudara, saya sangat berharap ada bantuan dari Bapak Wali Kota," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait