Nasdemfpi

NasDem: Organisasi FPI Bertentangan dengan Hukum

NasDem: Organisasi FPI Bertentangan dengan Hukum
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali. Foto: MI/Taufan Bustan


Jakarta (Lampost.co) -- Partai NasDem mendukung keputusan pemerintah membubarkan dan melarang kegiatan Front Pembela Islam (FPI). Organisasi masyarakat (ormas) yang dipimpin Muhammad Rizieq Shihab itu dianggap tidak sejalan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Organisasi FPI yang nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, serta asas-asas kehidupan bersama lainnya," kata Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 Desember 2020.

Ketua Fraksi NasDem di DPR itu menegaskan semua pihak harus patuh pada ketentuan yang dibuat dan disepakati bersama. Tidak boleh ada satu golongan atau kelompok yang bertindak sewenang-wenang dan melampaui hukum.

"Tidak boleh ada satu pun entitas yang memaksakan pandangan, kehendak, atau kebenaran yang diyakininya terhadap entitas yang lain," ungkap dia.

Anggota Komisi III itu meminta aparatur negara bersikap tegas, adil dalam menegakkan hukum. Seluruh potensi gangguan harus segera ditindak.

Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa senantiasa menjaga ketertiban, ketentraman, serta keharmonisan sosial. Masyarakat diajak menghidupkan semangat dialog, toleransi, dan gotong royong. Pemerintah melarang semua kegiatan FPI. Pemerintah tak segan menghentikan semua aktivitas yang dilakukan sekelompok anggota FPI

Pelarangan kegiatan FPI ini diambil melalui enam surat keputusan bersama (SKB) lintas kementerian. Yakni, Kementerian Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Keputusan bersama tersebut bernomor 220-4780 Tahun 2020, Nomor n.ah-14.AH05.05 tahun 2020, Nomor 69 Tahun 2020, Nomor 24 Tahun 2020, Nomor KB/3/XII Tahun 2020, Nomor 320 Tahun 2020. Aturan ini tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta kegiatan Front Pembela Islam.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait