#Narkoba

Napi Pengendali Puluhan Kilogram Sabu di Lapas Bandar Lampung Disidang 19 Januari

Napi Pengendali Puluhan Kilogram Sabu di Lapas Bandar Lampung Disidang 19 Januari
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Narapidana LP Kelas IA Bandar Lampung alias Lapas Rajabasa, Abdul Basir Harahap (25), warga Sumatra Utara segera menjalani persidangan di PN Kelas IA Tanjungkarang. Berkas dakwaan terhadap Basir telah didaftarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roosman Yusa, pada Senin, 10 Januri 2021 lalu.

Sidang perdana pengendali peredaran puluhan kilogram narkoba jenis sabu-sabu dalam penjara ini akan berlangsung pada Rabu, 19 Januari 2022.

Humas PN Tanjungkarang, Hendri Irawan menjelaskan, Basir didakwa Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU dan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sudah didaftarkan dan sudah ada jadwal sidang," ujar dia, Jumat, 14 Januari 2022.

Baca: 6 Orang Diamankan dalam Kasus Penyelundupan Ganja di LP Rajabasa

 

Basir merupakan aktor yang memerintahkan seseorang bernama Muslih untuk mengedarkan barang haram tersebut. Sebelumnya, Basir divonis 17 tahun penjara pada sidang di PN Kalianda, pada 15 September 2014 lalu.

Aksi terdakwa bermula Muslih mendapatkan satu paket ganja dari Ucok (DPO), lalu ia simpan dan disembunyikan di dalam ember tempat menyimpan beras di dapur di rumah terdakwa. Kemudian, ia menerima 12  paket besar sabu dari  Zulham (DPO) melalui perantara Ucok (DPO) lalu dibawa pulang.

Selanjutnya, pada 25 April 2021, Muslih mendapat perintah dari narapidana LP Kelas IA Bandar Lampung atau LP Rajabasa untuk memecah 12 paket tersebut menjadi 26 paket dengan berat total 13,2 Kg. Enam paket sabu yang telah dipecah disimpan di plafon rumah terdakwa, sedangkan 20 paket lainnya disembunyikan di bawah tempat tidur.

Pada 29 April 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap Muslih. Aparat juga sempat menemukan drone di rumah pelaku yang diduga hendak digunakan untuk menyelundupkan sabu-sabu tersebut.

Petugas pun memerikaan Basir yang sedang berada di LP Rajabasa. Dari pemeriksaan, terdakwa telah menerima dan menyerahkan sabu sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan dengan berat 21 Kg. Total 14 Kg sabu sudah diserahkan ke pembeli.

Muslih dituntut hukuman mati pada sidang di PN Tanjungkarang yang digelar pada Selasa, 28 Desember 2021 lalu. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait