#narapidana

Napi Narkotika yang Tewas Disebut karena Ancaman Bebas Bersyarat

Napi Narkotika yang Tewas Disebut karena Ancaman Bebas Bersyarat
Istri Hanafi, Dayanti, saat diwawancarai di rumahnya Jalan Padat Karya, Lingsuh, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu, 3 Desember 2022. Salda Andala/Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Istri almarhum narapidana Lapas Narkotika Way Hui, Lampung Selatan, Daryanti (31), menyebutkan Hanafi meninggal bukan karena ada permasalahan keluarga. Suaminya mengakhiri hidup akibat adanya tekanan di Lapas.

"Gak ada masalah di keluarga. Saya dan suami harmonis saja. Saya takut nanti anak waktu besar baca berita malah saya yang disalahkan," kata Daryanti, saat ditemui rumahnya, Sabtu, 3 Desember 2022.

Ia menjelaskan dua pekan sebelum suaminya meninggal di dalam Lapas sempat menelpon dan meminta uang Rp1 juta. Uang itu sebagai tebusan pembebasan bersyarat (PB) yang bisa didapatkan pada tahun depan. 

"Uang PB dibayar suami saya dapat pinjaman dari teman satu kamarnya, Faisal. Temannya nelpon saya terus minta uang itu," ujarnya.

Faisal mengancam menyakiti hingga membunuh suaminya jika tidak memberikan uang tersebut. "Saya uang dari mana. Saya saja gak kerja. Dia langsung mengancam gebukin suami saya," ujarnya.

Padahal, sebelumnya Dayanti juga pernah memberikan uang Rp3 juta kepada suaminya. Uang itu untuk menjadi tahanan pendamping agar bisa keluar bersih dari lapas.

"Saya kasih uang itu biar bisa keluar gak dikurung terus. Dia kalau nelpon minta uang terus karena di sana serba bayar. Sedangkan saya gak kerja lagi," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait