#sidang#kalapas#beritalampung#beriUang

Napi Jadi Perantara Marzuli Memberi Uang ke Kalapas

Napi Jadi Perantara Marzuli Memberi Uang ke Kalapas
Napi Jadi Perantara Marzuli Memberi Uang ke Kalapas. (Foto:Lampost/Febi Herumanika)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satu dari empat saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara jaringan narkotika lapas Kalianda mengungkapkan jika ada permufakatan jahat tindak pidana narkotika di lapas itu. Hal ini dikatakan saksi Masruri alias Tabrar yang merupakan napi dalam lapas kelas IIA tersebut.

Menurut saksi Tabrar, dia sering menjadi perantara Marzuli untuk memberikan sejumlah uang kepada Muchlis Adjie. "Untuk tanggal dan hari saya lupa, tetapi waktu itu saya ditelfon oleh Marzulyi untuk ke selnya mengbil amplop uang titipan untuk bapak (Muchlisi Adjie)," kata dia.

Kata Tabrar, uang dari Marzuli  ia serahkan di kediaman Kalapas, saat itu kebetulan dia tengah ditugaskan KPLP bersih-bersih di kediaman tersebut. "Saya serahakan ke bapak di rumahnya. Kebetulan waktu itu saya ditunjuk oleh KPLP untuk bersih-bersih di sana," kata dia.

Pemberian uang, lanjut dia, ada sekitar lima kali terhadap Kalapas, Marzuli kerap kali menyuruh dia untuk memberikan uang kepada kalapas, "Sudah lima kali Marzuli menyuruhnya untuk memberikan sejumlah uang kepada Muchlis Adjie. Saya tidak tahu jumlah uang yang diberikan itu, Tapi pernah waktu itu keterangan sekali dari Marzuli bahwa ini uang Rp5 juta untuk bapak, untuk bayar uang pasir," kata dia.

Saksi lain, Tri Warsito, pegawai koperasi Lapas Kalianda mengungkapkan, bahwa dulu pernah saksi Marzuli mengebon ke koperasi uang sebesar Rp5 juta. "Katanya waktu itu untuk bapak (Muchlis Adjie)," kata Tri.

EDITOR

Febi Herumanika


loading...



Komentar


Berita Terkait