#narapidana#narkoba#beritalampung

Napi Asal Malaysia di LP Perempuan Bandar Lampung Meninggal

( kata)
Napi Asal Malaysia di LP Perempuan Bandar Lampung Meninggal
Ilustrasi penjara wanita. Foto: Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Warga binaan atau narapidana LP Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Ooi Swe Liew alias Asoh, meninggal pada Jumat 5 Agustus 2020. Asoh sudah menjalani pidana selama 3 tahun sejak dipindahkan dari Rutan Kelas IIA Jakarta Timur sejak 2017.

Warga binaan yang divonis mati karena perkara peredaran narkotika tersebut, meninggal usai menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

Ia sempat mengeluh karena penglihatannya kabur, akibat penyakit diabetes melitus yang sudah lama dideritanya. Asoh sudah sering menjalani perawatan dan terapi terkait penyakitnya.

"Iya benar, sore sempat dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek, beberapa jam kemudian dinyatakan meninggal," ujar Kepala LP Kelas II A Perempuan Bandar Lampung, Setyo Pratiwi, Minggu, 9 Agustus 2020.

Jenazah almarhum sudah dikremasi dan dititipkan di rumah kremasi di Lempasing, Telukbetung Timur, Bandar Lampung pada Jumat, 7 Agustus 2020. Berdasarkan permintaan keluarga Asoh, abu kremasi Asoh akan segera diambil pihak keluarga.

"Sudah dikremasi," katanya.

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis mati kepada tiga warga negara Malaysia terpidana kasus narkoba. Ketiganya dinyatakan bersalah lantaran berperan sebagai perantara.

Pasangan suami isteri Tong Er Tart, 43, dan Ooi Swee Liew, 46, serta Phang Hoon Cing, 52 ditangkap di Jakarta pada Desember 2015 dengan barang bukti 170 ribu pil ekstasi dan 3 unit telepon seluler. Dalam dua putusan yang berbeda, Hakim Haran Tarigan terlebih dahulu membacakan putusan terhadap pasangan suami isteri Tong Er Tart dan Swee Liew.

"Menjatuhkan hukuman mati kepada Tong Er Tart dan Swee Liew," ujar Hakim Haran, di PN Jakarta Barat, Kamis (29/9/2016), dilansir dari mediaindonesia.com.

Setelah itu, Hakim Matauseja Erna juga membacakan vonis mati bagi Phang Hoon Cing. Hakim menilai, para terpidana telah terbukti melakukan tindak pidana dengan menjadi perantara bagi narkotika golongan I jenis ekstasi dengan berat lebih dari 5 gram. Selain itu, tak ada hal-hal meringankan tuntutan, termasuk pleidoi dari ketiganya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar