#PenemuanMayat#GantungDiri#BunuhDIri

Napi Anak Tewas Gantung Diri Diduga Depresi

Napi Anak Tewas Gantung Diri Diduga Depresi
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.


BANDAR LAMPUNG(Lampost.co) -- DS (16) seorang narapidana anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandar Lampung, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi ruang tahanan. DS diduga bunuh diri lantaran depresi.

Hal itu diungkapkan, Kepala LPKA Bandar Lampung Sambiyo, saat dihubungi via telepon, Sabtu 14 November 2020. Ia juga menjelaskan bahwa DS belum lama menghuni LPKA Bandar Lampung.

"DS ini baru tiga hari di sini, sebelumnya DS baru sekitar dua bulan ditahan di Rutan Menggala karena kasus narkoba. Kemungkinan karena depresi yang buat korban nekat bunuh diri," ungkapnya.

Ia menduga, korban yang diketahui merupakan warga Tiyuh Terangindah, Gunungterang, Kabupaten Tulangbawang Barat. Selama dua bulan menjalani hukuman di Rutan Menggala tidak pernah dijenguk pihak keluarga.

"Kemungkinan tidak pernah dijenguk keluarganya yang membuat dia (DS) depresi," tandasnya.

Kepala LPKA Bandar Lampung Sambiyo menjelaskan, jenazah DS pertama kali ditemukan tewas di dalam kamar mandi ruang tahanan oleh petugas yang sedang mengontrol kamar tahanan. Petugas tersebut melihat hanya dua orang di dalam kamar tahanan.

"Di dalam kamar tahanan itu ada tiga orang napi anak, satu termasuk DS ini. Waktu petugas nanya kepada dua napi lainnya, kemana teman yang satu lagi. Kemudian mereka bilang di kamar mandi," ujarnya saat dihubungi Lampost.co.

Kemudian, lanjut Sambiyo, petugas pun meminta rekan sekamarnya untuk mengecek kamar mandi dan ternyata DS ditemukan dengan posisi gantung diri.

"Kedua rekannya ini terkejut melihat DS gantung diri di dalam kamar mandi menggunakan kain yang diikatkan di lehernya dan dikaitkan ke teralis yang ada di kamar mandi," jelasnya.

Dia menambahkan, selanjutnya pihaknya menghubungi Polsek Tegineneng untuk menindaklanjuti kasus bunuh diri yang ada di dalam LPKA Bandar Lampung dan jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

"Dari hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka menerimanya," pungkasnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait