#ppkm

Naik Pesawat Wajib PCR, Ini Wilayah yang Masih Boleh Pakai Antigen

Naik Pesawat Wajib PCR, Ini Wilayah yang Masih Boleh Pakai Antigen
Mesin validasi dokumen kesehatan penerbangan domestik di Bandara Soekarno Hatta. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang syarat tes polymerase chain reaction (PCR) bagi penumpang pesawat yang berlaku mulai 24 Oktober 2021.

General Manager (GM) Angkasa Pura II Cabang Bandara Raden Inten II Lampung, M Hendra Irawan mengatakan, syarat penerbangan dari dan ke bandar udara (Bandara) di luar Jawa-Bali yang wilayahnya masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 diizinkan menggunakan hasil tes antigen 1x24 jam.

“Namun sebaliknya, kalau penerbangan itu bertujuan ke bandara di Jawa-Bali, misalnya, dari Raden Inten II syarat wajib tes PCR penumpang 2x24 jam. Itu berlaku meskipun daerah tujuannya masuk asesmen level 1 dan 2,” ujarnya, Senin, 25 Oktober 2021.

Baca: Wajib PCR Berpeluang Jadi Syarat Transportasi Darat dan Laut

 

Hendra menjelaskan, sesuai dengan SE tersebut, alasan syarat wajib tes PCR diberlakukan lantaran kini kapasitas penumpang pesawat sudah diizinkan lebih dari 70 persen.

“Kalau penumpang dengan tujuan luar Jawa-Bali dengan asesmen level 1 dan 2 tapi harus transit di Jakarta, bisa pakai antigen asalkan connecting flight (satu maskapai yang sama) dan tidak pindah terminal. Tapi kalau beda maskapai, harus PCR,” kata dia.

Secara lebih rinci, syarat perjalanan udara bagi penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali serta di luar Pulau Jawa dan Bali sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 dan 54  tahun 2021, adalah sebagai berikut : 

1. Untuk penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, antarkota di Jawa dan Bali, serta daerah yang ditetapkan melalui Inmendagri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

2. Untuk penerbangan dari dan ke bandara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan melalui Inmendagri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan PPKM Level 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait