#hariguru#nasional

Nadiem Sebut Upacara Hari Guru Nasional akan Digelar Terbatas

Nadiem Sebut Upacara Hari Guru Nasional akan Digelar Terbatas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan


 

Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibudristek) bakal menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional, pada 25 November 2021. Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut jika upacara tersebut bakal dilakukan secara terbatas.
 
"Upacara bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 pada tanggal 25 November 2021 pukul 08.00 WIB secara tatap muka terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah tanpa mengurangi makna, semangat, dan kekhidmatan acara," tulis Nadiem dalam Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021, dalam laman Kemdikbud.go.id, dikutip Selasa, 23 November 2021.
 
Instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berada dalam wilayah zona aman dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 boleh menyelenggarakan upacara bendera secara tatap muka terbatas. Upacara di wilayah tersebut harus tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sedangkan, untuk instansi dan satuan pendidikan di daerah yang berada dalam wilayah PPKM level 3 dan 4 diimbau tidak menggelar upacara secara tatap muka. Pada wilayah tersebut, pihaknya mengimbau mengikuti upacara dari rumah melalui Youtube Kemendikbud dan saluran TV Edukasi.
 
Selanjutnya, satuan pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri diimbau untuk menyelenggarakan aktivitas atau kegiatan dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Guru Nasional Tahun 2021. Ragam kegiatan dilakukan secara kreatif sesuai dengan tema Hari Guru Nasional 2021 yakni Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan.
 
"Menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat covid-19, mendorong pelibatan dan partisipasi publik, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19," tutupnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait