#BERITALAMPUNGSELATAN#JAGUNG#PERTANIAN

Musim Hujan, Petani Jual Jagung Lebih Murah 

Musim Hujan, Petani Jual Jagung Lebih Murah 
Sejumlah petani di Lampung Selatan menjual jagung gelondongan, Rabu 3 Maret 2021. (Foto: Lampost.co/Aan Kridolaksono)


Kalianda (lampost.co) -- Intensitas hujan tinggi saat memasuki masa panen jagung membuat petani jagung di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan menjual jagung gelondongan seharga Rp 100ribu per karung (isi 50kg). Padahal, harga jagung kering saat ini tinggi yaitu Rp4.325 per kilogram.

"Kami tidak mau ambil risiko saat musim hujan. Nanti saat dijemur tiba tiba hujan. Bisa-bisa jagung bertunas dan berjamur, harganya justru anjlok. Karena itu kami pilih jual gelondongan walau harga lebih murah," kata petani jagung di Dusun Trans Cilacap desa Karangsari, kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Mulyono, kepada lampost.co, Rabu, 3 Maret 2021.

Ia menjelaskan, untuk melakukan proses penjemuran jagung setidaknya dibutuhkan waktu selama 4 hingga 5 hari. Apalagi, dia tidak memiliki halaman rumah yang terlalu luas. Sehingga sejumlah petani menjual jagungnya dalam bentuk gelondongan.

"Kebanyakan langsung dijual, enggak diproses kering sendiri. Risikonya besar kalau musim hujan seperti sekarang," ujarnya.

Petani lainnya di Desa Sumbersari, kecamatan Sragi, Siswanto, menerangkan tahun 2020 harga jagung gelondongan hanya Rp75ribu -Rp80ribu per karung. Kini, meningkat menjadi Rp 100 ribu. Meski ada peningkatan, jika dihitung dengan mahalnya ongkos panen saat ini, petani hanya mendapat keuntungan tipis.

"Selain harga pupuk dan obat obatan, upah kupas, upah jahit, sampai upah 'ngepok' juga ikut naik. Saat ini rata rata mencapai Rp 10ribu per karung," ungkap Siswanto.

Wayan Karse (55),  petani lain di desa Sumbernadi kecamatan Ketapang mengatakan ia beruntung karena memiliki pelataran rumah yang cukup luas. Di halaman rumahnya dibuat tempat penjemuran yang dicor dengan semen. Wayan juga memiliki gudang penyimpanan dengan kapasitas hingga 40 ton.

"Karena selisih harga jualnya lumayan, ya saya pilih jual kering. Meski tantangannya saya harus terus menunggu, takut kalau tiba tiba-tiba hujan turun," katanya.

Selain menjemur jagung hasil panennya sendiri, Wayan Karse juga membeli jagung hasil panen petani lain.

"Saat ini harga cukup tinggi mencapai Rp 4.325 per kg. Walau sudah kami jemur masih ada  potongan kadar air kisaran 15 sampai 20 persen. Jadi, kalau dihitung hitung, kami dapat harga Rp 3.200- Rp 3.400 per kg," pungkasnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait