#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#ramadan2023

Mulai Besok, Disdag Bandar Lampung Adakan Pasar Murah Selama Ramadan

Mulai Besok, Disdag Bandar Lampung Adakan Pasar Murah Selama Ramadan
Kepala Disdag Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung mulai besok, Jumat, 24 Maret 2023 akan mengadakan pasar murah selama bulan Ramadan 1444 Hijriah. 

Selain itu, pasar murah akan diadakan setiap hari di tiga titik per kecamatan di Kota Bandar Lampung. 

"Kita buka tiap hari selama bulan Ramadan di seluruh kecamatan dan disebar tiga titik per kecamatan. Jadi dari 20 kecamatan yang ada keseluruhannya 60 titik dan dilaksanakan pagi," kata Kepala Disdag Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, Kamis, 23 Maret 2023. 

Di pasar murah ini, Wilson menjamin kelima bahan pokok utama masyarakat Bandar Lampung tersedia selama bulan Ramadan sampai Idulfitri. 

Baca juga: Penerimaan UTBK-SNBT 2023 Mulai Dibuka, Begini Alur Pendaftarannya

Kelima bahan pokok tersebut di antaranya gula, minyak, tepung, telur, dan beras. Ketersediaan kelima barang itu akan diakomodir di pasar murah yang akan dilaksanakan Disdag Kota Bandar Lampung selama sebulan ke depan selama Ramadan. 

"Ini komitmen kami untuk menjaga kelima komoditas tersebut tetap ada," terangnya. 

Wilson juga menambahkan, selain mengutamakan stok lima bahan pokok, ia juga akan menambah stok bahan-bahan pokok lainnya di luar lima bahan pokok utama yakni bahan pokok retail. 

"Ditambah bahan-bahan pokok lainnya seperti daging kemasan, ayam potong, teman-teman retail Indomaret, Alfamart, dan Bulog kita ajak untuk memberikan promosi guna meringankan masyarakat Bandar Lampung pada bulan suci," terangnya. 

Terakhir, pasar murah ini, Wilson akan memberikan subsidi kepada lima bahan pokok utama tersebut pada bulan Ramadan, menurutnya kondisi dan situasional di bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri membuat barang akan mengalami kenaikan.

"Karena banyak permintaan dan barangnya terbatas maka ada kenaikan harga. Makanya kita adakan pasar murah yang disubsidi, subsidi kita kisarkan Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu per item barang," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait