#Terorisme#Kotakamal#MUI#Lampung

MUI Lampung: Pengawasan Baitul Mal Tanggung Jawab Dinsos dan OJK

MUI Lampung: Pengawasan Baitul Mal Tanggung Jawab Dinsos dan OJK
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung KH Khaeruddin Tahmid/Dok MUI


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung KH Khaeruddin Tahmid mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai adanya dugaan penggunaan dana yang dihasilkan ribuan kotak amal di Lampung untuk mendanai terorisme. Meskipun begitu, MUI meminta agar informasi yang bersifat sensitif seperti ini harus segera diperjelas. 

"Harus ditelusuri. Kalau ada dugaan seperti itu, ya perlu ada pencegahan dan penindakan tegas. Jika memang dugaan penghimpunan dana untuk kegiatan terorisme, maka itu jadi kewenangan kepolisian dan kami anjurkan usut lebih lanjut," kata Kiai Khaeruddin, Jumat, 11 Desember 2020.

Menurut Khaeruddin, terkait penghimpunan dana baitul mal untuk bantuan kegiatan sosial, itu merupakan kewenangan Dinas Sosial (Dinsos). Sedangkan jika baitul mal berperan sebagai lembaga pembiayaan, maka pengawasannya ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

MUI pun, kata dia, tidak punya kewenangan untuk mengawasi legalitas baitul mal.

"Legal formalnya kalau penghimpunan dana dari masyarakat, ya Dinsos. Kalau pembiayaan, OJK," katanya.

MUI Lampung mengimbau masyarakat bersedekah melalui kotak amal dengan niat ibadah dan keikhlan. Akan tetapi, tidak boleh sembarangan. Masyarakat perlu untuk tetap hati-hati, jelas peruntukannya, dan kelengkapan identitas penyelenggaranya.

"Yang nyumbang kan ibadah, tapi jangan pula penyelenggara menggunakan dana itu untuk kepentingan tidak baik," katanya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebutkan, 4.000 dari 13.000 kotak amal yang ditaruh di minimarket di Lampung terindikasi terkait pendanaan jaringan radikal/terorisme dari kelompok Jamah Islamiyah (JI).

Informasi yang didapat Lampost.co, tiga orang ditangkap terkait pendanaan menggunakan kotak amal adalah FS (ketua), RW (bendahara), dan DN (pengurus).

"Tiga orang, sudah disidik, dan tersangka sudah ditangkap," ujar Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setyono, Rabu, 9 Desember 2020.

"Tiga tersangka itu merupakan pengurus kotak amal Yayasan Baitul Mal ABA ( Abdurahman bin Auf) di Lampung," tambah Awi.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait