#covid-19#jakarta

MUI Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin Sinovac dan Zifivax 

MUI Keluarkan Fatwa Kehalalan Vaksin Sinovac dan Zifivax 
Ilustrasi :Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) KH Amirsyah Tambunan mengungkapkan selama pandemi covid-19, MUI telah mengeluarkan setidaknya 14 fatwa. 

Dari ke-14 fatwa tersebut, dua diantaranya merupakan fatwa mengenai kehalalan vaksin yaitu Sinovac dan Zifivax.

"Selama Pandemi Covid 19 MUI telah mengeluarkan setidaknya 14 Fatwa, diantaranya dua fatwa halal terkait vaksin," kata Amirsyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Desember 2021. 

Dia mengungkapkan, dua fatwa mengenai vaksin halal pertama diberikan kepada Sinovac yakni melalui Fatwa No 2 Tahun 2021. 

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Sinovac

Audit aspek kehalalan vaksin dilaksanakan melalui Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI. Setelah melakukan audit secara menyeluruh, komisi fatwa menyepakati bahwa vaksin covid-19 halal dan suci yang diproduksi Sinovac Lifescience Co.  

"Kedua Zifivax. Sesuai Fatwa No. 53 Tahun 2021 tentang produk vaksin covid-19 dari Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co Ltd," jelas Amirsyah.

Sekjen MUI menekankan bahwa fatwa MUI terhadap vaksin halal dan suci yaitu Sinovac dan Zifivax bisa dijadikan pedoman bagi pemerintah, umat Islam, dan pihak-pihak terkait yang memerlukan aspek kehalalan dan tingkat kesucian vaksin. 

Amirsyah juga menyampaikan ikhtiar mencegah varian virus Omicron melalui vaksin adalah sebuah keniscayaan. Sebab, menurut kajian, vaksin mampu menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).

"Yakni ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut," ujar dia. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait