#Covid-19#mui#iduladha

MUI Imbau Warga Patuhi Larangan Salat Iduladha di Masjid

MUI Imbau Warga Patuhi Larangan Salat Iduladha di Masjid
Suasana Masjid Istiqlal di masa pandemi covid-19. Foto: MI/Ramdani


Jakarta (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat agar mematuhi larangan pelaksanaan salat Iduladha berjemaah di masjid dan lapangan di tengah pandemi covid-19. Terutama di wilayah yang berada di zona merah serta oranye.
 
Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan pemerintah membuat kebijakan itu untuk menekan laju penularan covid-19. MUI telah mengeluarkan Taushiyah Nomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 tentang pelaksanaan ibadah salat Iduladha dan penyelenggaraan kurban saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
 
"Implementasinya diserahkan kepada pemerintah atas dasar upaya mewujudkan maslahat (jalb al-mashlahah) dan mencegah terjadinya mafsadat (daf’u al-mafsadah)," kata Amirsyah Tambunan seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca: MUI Serukan Aktivitas Kerumunan Keagamaan Ditunda saat PPKM Darurat

 

Pemerintah menutup aktivitas di semua rumah ibadah selama pelaksanaan PPKM darurat pada 3 hingga 20 Juli 2021. Meski demikian, Amirsyah menjelaskan azan tetap bisa dikumandangkan oleh petugas khusus yang memang rutin melakukan itu.
 
Selain itu, pengurus dapat mengoptimalkan masjid dan tempat ibadah lainnya sebagai sarana edukasi dan rehabilitasi, penyuluhan, serta pertolongan bagi masyarakat yang menjadi korban covid-19.
  
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga meminta masyarakat tidak melaksanakan salat Iduladha berjemaah di masjid dan lapangan di zona merah dan oranye.

"Salat Iduladha di lapangan atau masjid atau di fasilitas umum sebaiknya ditiadakan," bunyi salah satu poin imbauan PP Muhammadiyah melalui Surat Edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021.
 
Dalam surat edaran, PP Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa salat Iduladha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Idulfitri di lapangan.
 
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengkritisi beredarnya pesan di media sosial yang menuding pemerintah komunis karena melarang salat Iduladha di masjid. Abdul Mu'ti mengatakan masyarakat hendaknya kritis menyikapi berita-berita hoaks, disinformasi, dan mengadu domba.
 
"Saat jutaan orang menderita sakit dan wafat karena covid-19 masih ada pihak yang membuat dan menyebarkan berita sampah yang tidak bermanfaat," kata Abdul Mu'ti.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait