#covid-19#pemulasaraanjenazah

MUI Bandar Lampung Sebut Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Hifdzu Al Nafs

MUI Bandar Lampung Sebut Pemulasaraan Jenazah Covid-19 <i>Hifdzu Al Nafs</i>
Foto pemakaman dengan protokol kesehatan Covid-19. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Meski pandemi telah berlangsung tujuh bulan, masih banyak masyarakat yang menolak pemulasaraan jenazah Covid-19 dengan tata laksana protokol kesehatan. Padahal, hal itu bisa menularkan kepada keluarga dan orang-orang yang dekat dengan jenazah.

Terkait hal itu Sekretaris MUI Bandar Lampung Abdul Aziz mengatakan menaati tata laksana pemulasaraan jenazah adalah hal wajib. Hal itu karena salah satu tujuan dilaksanakannya syariat dalam Islam.

Berita terkait: Keluarga Diminta Ikhlas, Pasien Covid-19 Meninggal Dimakamkan dengan Prosedur Prokes

Ia menjelaskan terdapat lima tujuan pelaksanaan syariat, salah satunya adalah hifdzu al nafs atau menjaga jiwa raga. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan merupakan bagian pelaksanaan hifdzu al nafs.

"Artinya, seluruh masyarakat khususnya umat Islam wajib hukumnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19," ujarnya, Selasa, 10 November 2020.

Dia mengatakan ajaran Islam telah memerintahkan untuk menyerahkan suatu masalah kepada pihak yang tepat. Dalam konteks Covid-19, pihaknya yang tepat adalah tim medis yang juga bagian dari Tim Satgas Penanganan Covid-19.

"Kita sudah diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang membahayakan, kita harus percaya kepada tim medis dan Satgas Covid-19 sebagai yang paham," kata dia.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait