Pencuriankriminal

Motor Curian Mogok, Pelaku Tertangkap di Rumah Kosong

Motor Curian Mogok, Pelaku Tertangkap di Rumah Kosong
Pelaku dan barang bukti saat berada di Mapolsek Tanjungkarang Barat. Lampost.co/Asrul Septian Malik


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polsek Tanjungkarang Barat menangkap pencuri motor, Abdul Ajib (23), warga Anaktuha, Lampung Tengah, sekitar pukul 19.00, Senin malam 7 desember 2020. 

Ia ditangkap atas aksi pencurian motor Yamaha RX King B 6553 PBW, milik Ariadi (30), warga Tanjungratu, Lampung Tengah, di kontrakan korban di Jalan Sukardi Hamdani, Gang Palapa, Bandar Lampung.

Wakapolsek TkB, AKP Hasanudin mengatakan, dua pelaku datang menggunakan motor Yamaha V-xion, mendatangi halaman kontrakan pelaku.

Ketika situasi lengang, pelaku S menggasak motor korban bersama rekanya dengan merusak kunci. Sedangkan Abdul Ajim memantau kondisi sekitar dari atas motor. Tak lama, korban dikabari tetangganya kalau motornya raib. "Jadi si AA ini kabur naik V-xion, si pelaku S (DPO), yang membawa motor RX King korban," ujarnya.

Ketika dicari, ternyata terlihat kedua pelaku membawa motor korban dan berjarak 200 meter dari lokasi kejadian. Ketika dikejar, kedua pelaku kaget dan melarikan diri, hingga motor curian dan motor pelaku ditinggal. "Kami dapat laporan dan langsung ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan pengejaran," katanya.

Aparat menyusuri sekitar lokasi dan Abdul Ajib tertangkap, saat bersembunyi pada salah satu rumah kosong. Pelaku S juga diketahui sebagai residivis pencurian kendaraan bermotor. "Sekitar dua jam lebih kami susuri dan akhirnya tertangkap. Sementara satu pelaku masih buron," paparnya.

Sementara Abdul Ajib mengaku, saat rekannya menggasak RX King, baru berjalan beberapa meter dan motor curian pun mogok. Hal itu yang membuat aksinya diketahui. "Jadi motor mati, sempet di step (dibimbing), sama kawan saya, tapi kami ketahuan dan berusaha kabur masing-masing," katanya.

Ia berdalih, baru satu kali beraksi dan berperan sebagai pilot guna mengawai area sekitar dan kawannya yang mengeksekusi. "Saya cuma diajak," paparnya.

Atas kejahatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait