pkhmodus

Modus Oknum Pendamping PKH Meraup Keuntungan

( kata)
Modus Oknum Pendamping PKH Meraup Keuntungan
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Banyaknya keluhan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) terkait pemotongan administrasi BRI Link berbuntut panjang. 

Pantauan Lampost.co, salah satu BRI Link di jalan Untung Suropati, Kecamatan Labuhanratu diduga milik seorang pendamping PKH. Sehingga sejumlah penerima bantuan  menilai, pengambilan uang di BRI Link adalah modus dari oknum pendamping untuk meraup keuntungan. 

"Alasannya ambil di BRI Link karena takut penyebaran korona, padahal emang dari dulu sebelum korona juga kita ambil uangnya lewat satu ketua kelompok dan harus ada potongan administrasi," ujar Wati, salah seorang penerima PKH kepada Lampost.co, Senin, 28 Juni 2020.

Pengambilan uang bantuan Kementerian Sosial itu juga seharusnya bisa melalui bank tanpa adanya administrasi. Namun, banyak pendamping berdalih agar tidak terjadi kerumunan massa di bank, sehingga solusinya adalah dengan mengambil uang di BRI Link. 

Salah seorang pegawai BRI Link mengaku, bahwa sudah 1 tahun lebih sebelum adanya korona, banyak pendamping atau ketua kelompok PKH mengambil uang di tempatnya.

"Sering banget, malah sudah ada satu tahun lebih. Yang ambil gak cuma di kecamatan ini, ada yang dari Way Halim, Rajabasa juga ada," kata salah seorang pegawai BRI Link.

Bahkan,  tambah dia, ada salah satu BRI Link tak jauh dari lokasi tempatnya bekerja yang merupakan BRI Link milik salah seorang pendamping.

"Saya disini cuma pegawai, tapi setahu saya, BRI link yang ke arah wisma (Darmajaya) itu punya pendamping PKH. Malah saya sering liat dia kesini (BRI Link) untuk minjam uang kalau ada pencairan PKH, karena gak cukup saldo di BRI Link punya dia," kata dia.

Lampost.co mencoba datangi BRI Link yang dimaksud, sayangnya pegawai yang ada di lokasi tidak mengakui bahwa yang memiliki agen BRI Link adalah seorang pendamping PKH. "Bukan mbak, bos saya bukan pendamping PKH," katanya singkat. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar