ekonomilampung

Mobilitas Masyarakat Meningkat di Fase Adaptasi Baru

( kata)
Mobilitas Masyarakat Meningkat di Fase Adaptasi Baru
dok Lampost.co


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Memasuki fase adaptasi kebiasaan baru, mobilisasi masyarakat Lampung mengalami peningkatan. Perkembangan ini tergambar pada data Google Global Mobility Report yang menyajikan data perubahan tingkat kerumunan atau jumlah pengunjung atau durasi waktu yang dihabiskan di beberapa kategori tempat jika dibandingkan dengan periode sebelum Covid-19.

Dimana dalam data per 11 September 2020 menunjukkan mobilisasi masyarakat Lampung yang terpantau mulai menuju pola normal. Mobilisasi di area pemukiman, area toko bahan makanan dan apotek serta taman cenderung landai.

Untuk mobilisasi tempat ritel dan rekreasi menunjukkan tren peningkatan, perkembangan ini mengindikasikan peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat Lampung. Selain karena adanya pelonggaran pembatasan, hal ini sejalan dengan hasil survei konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan perbaikan indeks penghasilan saat ini.

Meskipun masih terbatas, perbaikan indeks penghasilan ini antara lain ditopang oleh penyaluran bantuan sosial, panen komoditas pertanian dan perkebunan, serta mulai dibukanya sejumlah kegiatan usaha pada fase adaptasi kebiasaan baru. 

"Indikasi meningkatnya permintaan ini diharapkan dapat mendorong pemulihan dunia usaha dan pemulihan ekonomi Lampung,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, Senin, 21 September 2020.

Bank Indonesia, lanjut dia, senantiasa memperkuat kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional.

“Untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19, Bank Indonesia lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah,” ujarnya.

Bank Indonesia fokus untuk melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur, baik sesuai mekanisme pasar maupun secara langsung sebagai bagian dari upaya untuk biaya kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral dan Pemerintah Daerah guna mendukung program PEN.

BI juga bersinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan UMKM dan korporasi dengan melakukan penyediaan pendanaan bagi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui mekanisme atau pembelian SBN yang dimiliki LPS sesuai Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2020.

"Mengantisipasi penurunan kinerja ekonomi yang lebih dalam dan menjaga stabilitas makroekonomi di tengah pandemi Covid-19, diperlukan upaya bersama seluruh pihak. Pertama, meningkatkan dan memperluas sosialisasi dan edukasi terkait pelaksanaan protokol Covid-19 secara ketat pada fase Adaptasi Kebiasaan Baru," paparnya.

Kedua, Pemerintah Daerah memiliki peran kunci melalui percepatan penyerapan APBD. Ketiga, secara bertahap membuka sektor-sektor produktif dengan memperhatikan keamanan dan protokol Covid-19. Keempat, menyukseskan restrukturisasi kredit perbankan dan dunia usaha.

“Dan yang terakhir dalam mendorong pemulihan UMKM, pemanfaatan digital baik untuk promosi dan transaksi pembayaran digital, serta Gerakan Bangga Buatan Indonesia perlu diperluas,” tutupnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait