#kejaksaanagung#himalayaenergi#beritanasional

Mobil Milik Bos Himalaya Energi Perkasa Disita Kejagung

Mobil Milik Bos Himalaya Energi Perkasa Disita Kejagung
Gedung Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia


Jakarta (Lampost.co): Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset tersangka Direktur PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman. Aset yang disita diduga terkait kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
"Itu (mobil Honda) HRV Piter Rasiman. Ada beberapa yang lain juga (aset disita)," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah saat dikonfirmasi, Minggu, 15 November 2020.
 
Febrie belum menjelaskan detail aset lain yang ikut disita. Penyidik masih melakukan tracing aset lain milik Piter Rasiman hingga ke luar negeri.

Penyidik juga segera melimpahkan berkas perkara tersangka Piter Rasiman ke jaksa penuntut umum (JPU). "Terakhir Piter Rasiman ditahan toh, itu kita bereskan (pemberkasannya) secara cepat," jelas Febrie.
 
Piter Rasiman diduga bekerja sama dengan para terdakwa kasus Jiwasraya. Mereka, yakni Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Praseto; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Syahmirwan; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Piter Rasiman dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Dia juga dijerat dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau kedua Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait