#beritalampung#beritalampungterkini#bencana#bencanaalam#mitigasibencana

Mitigasi Bencana Perlu Sinergisitas Pentahelix  

Mitigasi Bencana Perlu Sinergisitas Pentahelix  
Analis Kebijakan Direktorat Kesiapsiagaan BNPB, Iis Yulianti, saat rapat koordinasi Forum PRB di Hotel Horison Bandar Lampung, Senin, 5 Desember 2022. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wilayah di Lampung masuk kategori resiko tinggi bencana. Mitigasi sebelum, saat, dan sesusah bencana perlu sinergisitas seluruh pihak.

"Perlu membangun sinergi pentahelix untuk mengurangi risiko dan meningkatkan ketangguhan bencana," kata Analis Kebijakan Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Iis Yulianti, saat rapat koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Lampung di Hotel Horison Bandar Lampung, Senin, 5 Desember 2022.

Sinergisitas dan kerja sama pentahelix melibatkan lima elemen masyarakat, yakni pemerintah, kalangan pengusaha, komunitas, media, dan akademisi.

Baca juga: Pesawaran Miliki Risiko Tinggi Gempa di Lampung 

Berdasarkan sumber InaRISK BNPB lebih dari 53 ribu desa/kelurahan berada di daerah rawan bencana di Indonesia. Kemudian lebih dari 51 juta keluarga di Indonesia tinggal di daerah rawan bencana.

Selain itu, di Indonesia ada 45.973 desa rawan gempa bumi, 5.744 desa rawan tsunami, 2.160 desa rawan gunung berapi, 34.716 desa rawan longsor, 37.497 desa rawan kebakaran hutan dan lahan, 41.236 desa rawan kekeringan, dan 47.430 desa rawan banjir.

" Lampung merupakan daerah rawan bencana, perlu kolaborasi antarsesama untuk siap siaga bencana. Komunitas-komunitas sukarelawan terlibat aktif membantu masyarakat ketika bencana datang," kata Ketua Tim Pentahelix Direktorat Kesiapsiagaan itu.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait