#buras#wabah-corona#virus-corona

Mitigasi-Adaptasi Wabah Corona!

( kata)
Mitigasi-Adaptasi Wabah Corona!
Ilustrasi - Medcom.id.

H. Bambang Eka Wijaya

MITIGASI adalah perencanaan dan langkah sejak awal menghadapi dan mengatasi bencana. Sedangkan adaptasi adalah respons, menyesuaikan kebijakan dengan tantangannya untuk menghindari, mengurangi, dan mengatasi dampak bencana yang terjadi.

Mitigasi dilakukan secara terencana sejak awal dengan mengantisipasi segala sesuatu untuk mengatasi bencana. Sedangkan adaptasi merespons bencana, segalanya diurus belakangan, disesuaikan dengan tantangan dan perkembangan situasinya.

Dalam menghadapi bencana wabah Convid-19 harus diakui bahwa pemerintah kita lemah dalam hal mitigasi. Bahkan, di awal bencana, pemerintah cenderung meremehkan Covid-19, dengan menganggapnya sepele bahkan menyebutnya tidak lebih berbahaya dari flu biasa, tidak diobati pun akan sembuh sendiri.

Kenyataannya, diobati dan dirawat secara intensif pun puluhan pasien di Indonesia meninggal dunia. Setelah adanya kenyataan itu, juga berkat desakan WHO yang ngeyel, barulah secara tergagap-gagap pemerintah melakukan adaptasi untuk mengatasi serangan Covid-19.

Langkah adaptasi ini dirintis oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tanpa kecuali awalnya dironai sinisme unsur tertentu Pemerintah Pusat.

Namun, lupakan kelambanan langkah awal pemerintah itu. Sebab, pemerintah kemudian menyusun langkah-langkah adaptasi dengan standar risiko ekonomi teringan, menolak lockdown, dan menerapkan social distancing alias jaga jarak sosial. Sama-sama adaptasi, pilihan langkah setelah bencana merebak, tapi lockdown dijauhkan dari alternatif kebijakan. Pilihan adaptasi jaga jarak dimulai dari isolasi mandiri bagi ODP dan PDP ringan sampai sedang, lalu yang berat diisolasi di RS.

Jaga jarak ini diperluas dengan meliburkan anak sekolah—belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Banyak hal lagi yang disesuaikan dengan ancaman virus corona.

Semua itu rupanya tak menghentikan atau memperlambat perebakan wabah corona. Larangan mudik Lebaran pun dikeluarkan.

Larangan mudik itu jelas menimbulkan masalah baru yang lebih rumit. Ribuan pekerja informal yang usahanya terdampak Corona, termasuk pekerja cafe dan counter di mal yang tutup, dipaksa tinggal di Jakarta tanpa penghidupan. Ini perlu adaptasi bencana lain lagi.

Begitulah beda adaptasi dan mitigasi. Dalam mitigasi, segala sesuatu sudah diprediksi sejak awal. Sedang adaptasi mengandalkan respons atas perkembangan yang terjadi, buntut masalahnya semakin panjang. Setiap langkah dampaknya harus diantisipasi lagi.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar