#minyakgoreng#umkm

Minyak Goreng Langka, UMKM di Pesibar Gulung Tikar

Minyak Goreng Langka, UMKM di Pesibar Gulung Tikar
Salah satu perajin kripik singkong di Pesisir Barat, Mirpako (50). Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menjadikan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memutuskan gulung tikar. 

Salah satu perajin kripik singkong, Mirpako (50) mengaku sudah hampir sebulan menutup usahanya karena minyak goreng langka dan mahal. 

"Biasanya kami menghabiskan bahan baku singkong 400 sampai 500 kg dan 50 kg minyak goreng per hari," kata pemilik usaha di Pekon Waysuluh, Kecamatan Krui Selatan tersebut, Selasa, 22 Februari 2022. 

Baca: UMKM Kuliner di Bandar Lampung Manfaatkan Jatah Pembelian 18 Liter Minyak Goreng

 

Mirpako mengaku mulai kesusahan ketika minyak goreng di pasaran mulai dibanderol Rp17 ribu/liter. Harga tersebut, membuatnya kesulitan untuk menutup ongkos produksi.  

"Saya sangat berharap aturan pemerintah yang menyatakan harga minyak goreng Rp14ribu per liter itu betul-betul terwujud. Barangnya ada dan mudah didapatkan," harap dia. 

Dalam mengelola usahanya, Mirpako mempekerjakan sebanyak 11 karyawan. Kebanyakan dari mereka adalah kalangan ibu-ibu warga setempat. 

"Sekarang karena usaha saya ini tutup, para pekerja saya berusaha mencari penghasilan lain setelah enggak kerja di sini," kata dia.

Dia menceritakan, sebelumnya bisa membayar para pekerja sebesar Rp40 sampai Rp60 ribu per hari. Mereka terbagi untuk pekerjaan mengupas, merajang, dan operator yang menggoreng keripik.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait