#tapis#kerajinan#adatlampung#humaniora

Minat Generasi Muda Geluti Kerajinan Tapis Lampung Rendah

Minat Generasi Muda Geluti Kerajinan Tapis Lampung Rendah
Kepala Seksi Industri Kerajinan Kreatif, Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM Lampura, Retno Harini, melihat kreasi tapis dari peserta saat pelatihan kerajinan sulam tapis. Yudhi Hardiyanto


Kotabumi (Lampost.co): Seiring dengan perubahan zaman, seni kerajinan sulam tapis Lampung di Lampung Utara semakin meredup. Hal itu bukan karena lunturnya kekaguman masyarakat akan keindahan kerajinan sulam tapis dengan keunikan motifnya. Tapi, karena hilangnya minat generasi muda untuk peduli dan mau menggali serta melestarikan seni tradisi kerajinan sulam tapis warisan leluhur mereka.

Di Lampung Utara tercatat ada 21 perajin sulam tapis tradisional tersebar di tiga desa. Sebanyak 6 perajin di Desa Blambangan, Kecamatan Blambangan Pagar; dan 15 perajinan dari Desa Gedung Nyapah serta Desa Bumi Abung, Kecamatan Abung Timur.

"Mereka hingga saat ini masih tetap memproduksi kain tapis," ujar Kepala Seksi Industri Kerajinan Kreatif, Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara, Retno Harini, saat pelatihan kerajinan sulam tapis di Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung Semuli, Selasa, 24 November 2020.

Sebanyak 21 perajin sulam tapis tersebut, kata dia, semua telah renta dengan usia 55 tahun ke atas. Sementara generasi muda di desa mereka tinggal tidak berminat untuk meneruskan seni tradisi sulam tapis yang menjadi warisan leluhur turun temurun itu. 

"Saat saya mendampingi perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk bertemu dengan perajin sulam tapis di desa mereka. Perwakilan Kementerian bertanya pada perajin tentang para perajin tapis yang masih muda. Secara lugas para perajin mengeluh, generasi muda didesanya sibuk main gadget dan rata-rata merantau ke kota untuk bekerja," kata dia.

Bahkan, anak-anak para perajin tersebut tidak mau mengikuti jejak orang tuanya sebagai pengrajin tapis dengan alasan penghasilan dari kerajinan tapis tidak menentu dan belum bisa menjadi sandaran penghidupan. 

"Dengan pertimbangan minimnya minat generasi muda menggeluti sulam tapis itu, pihak Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Utara juga telah menggelar pelatihan sulam tapis," kata dia. 

Dia berharap dengan digelarnya pelatihan bagi perajin pemula itu, warisan leluhur sulam tapis akan tetap lestari. Pada pelatihan tersebut, mereka (peserta) dapat mengembangkan produk industri kreatif pada bidang kerajinan tangan. Sekaligus menumbuhkan minat untuk berwirausaha yang akan menggerakkan ekonomi di bidang industri kreatif di wilayah Lampura.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait