#WISATA#BERITALAMPUNGSELATAN

Minangrua, Destinasi Wisata Pantai Eksotis di Ujung Barat Kecamatan Bakauheni

Minangrua, Destinasi Wisata Pantai Eksotis di Ujung Barat Kecamatan Bakauheni
Jalan masuk menuju pantai Minangrua di Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu, 2 Juni 2021. Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (lampost.co) - - Sengatan matahari siang itu, tidak menyurutkan niat untuk menikmati objek wisata bahari. Minangrua, merupakan sebuah dusun di Desa Klawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Banyak warga mengenal Minangrua sebagai salah satu destinasi wisata pantai eksotis di ujung barat Kecamatan Bakauheni. 

Untuk menuju Minangrua, dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 5-6 dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni berpatokan SPBU garuda hitam, ada pertigaan masuk di sebelah kanan. Tidak sulit menuju menuju lokasi pantai itu. Dari pertigaan masuk jalinsum sekitar 4 Km menelusuri jalan hotmix khas Lampung Selatan, yang sedikit berlubang, lalu menelusuri jalan cor beton di lereng perbukitan. Di pintu masuk, terdapat pos yang dijaga warga sekitar yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Klawi.

Setiap pengunjung, selalu diingatkan kondisi jalan turunan yang curam dan menikung serta kondisi kendaraan yang dibawa seperti kedua rem harus berfungsi dengan baik. Jalan cor beton sepanjang 1 Km, menurun tajam serta berliku menuju pantai Minangrua sisi kiri jurang sedalam puluhan meter sisi kanan areal perbukitan.
"Setiap pengunjung masuk, selalu kami ingatkan kondisi jalan dan cek kendaraan," kata Ketua Pokdarwis Desa Klawi, Saiman, Rabu 2 Juni 2021. 

Bagi pengunjung yang pertama kali datang, jalan menuju pantai Minangrua terasa ekstrem. Namun, bagi yang sudah terbiasa, justru menjadi daya tarik sendiri.
"Khusus yang pertama datang, kami lebih mengingatkan, apalagi kondisi kendaraan kurang baik, disarankan parkir diatas sini," ujarnya.

Peristiwa kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalan menuju pantai Minangrua, Selasa kemarin, akibat pengemudi minibus panik, tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
"Korban sempat berhenti di tengah jalan, karena ingin minum, dari situ kejadian terjadi, " kata dia. 

Pada saat berhenti minum, kendaraan tiba-tiba jalan sendiri, sopir panik hendak  ngerem, justru pedal gas yang di injak, akibatnya minibus terjunkan terjun bebas. 
"Ini berdasarkan keterangan anaknya yang berada dalam mobil, sedangkan kedua orang tuanya meninggal," ujarnya. 

Kejadian lalu lintas sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama tahun lalu, sebuah bus nyemplung karena pengemudi tidak bisa kendalikan kendaraannya. 
"Pada waktu itu bus membawa belasan pelajar, satu korban meninggal dunia," ujarnya. 

Menurutnya, apabila pengemudi dan kendaraan dalam kondisi baik, tidak akan terjadi kecelakaan lalulintas seperti kedua kendaraan naas tersebut. 
"Di setiap tikungan ada pos dan di pasang rambu serta pengaman jalan dari ban bekas," kata dia. 

Setelah menelusuri jalan cor, sebelum tiba di pantai, banyak pemukiman warga Dusun Minangrua yang pada umumnya mata pencarian nelayan dan petani kebun. 

Di lokasi pantai Minangrua, seperti kampung nelayan pada umumnya, banyak perahu yang ditambatkan, serta tampak beberapa bagan tak jauh dari daratan. 

Ada vila tempat menginap dan pondok tempat duduk yang di kelola Pokdarwis dan warung milik warga sekitar.
"Kalau hari libur ramai yang kesini," kata Siti (33) warga sekitar. 

Di Pantai Minangrua, selain vila yang dikelola Pokdarwis, terdapat juga villa milik masyarakat yang memiliki beberapa fasilitas lengkap layaknya resort berbintang. 
"Ada dua disni, tempat nya sangat bagus," ujarnya. 

Salah satu tujuan pengunjung ke Minangrua, menuju lokasi gua kelelawar yang berada di bawah perbukitan dan bibir pantai. 
"Kebanyakan lihat gua kelelawar di situ," ujarnya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait