#pencemaran#limbah

Seluruh Perairan Lampung Tercemar Mikroplastik

Seluruh Perairan Lampung Tercemar Mikroplastik
Ilustrasi. Way Seputih di Lampung Tengah. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seluruh perairan terbuka di Lampung disebut sudah tercemar mikroplastik, dan zat kimia berbahaya. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Ecoton Foundation, Prigi Arisandi.

Menurutnya, ada sebanyak 11 lokasi titik dengan empat sungai utama, yakni Way Seputih, Way Sekampung, Way Kuripan, dan Saluran Belau. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Ecoton Foundation pada 21-24 April 2022.

Baca juga: Sungai di Bandar Lampung Ditemukan Tercemar Sejumlah Zat Kimia Berbahaya

"Tapi yang menjadi perhatian kami adalah semua sungai menjadi tempat pembuangan sampah. Sungai strategis aset nasional dijadikan tempat sampah, ini semua adanya miss manajemen kabupaten/kota di Provinsi Lampung," katanya, Senin, 25 April 2022.

Pihaknya menilai pemerintah sudah membiarkan permasalahan ini, dan mengabaikan pengolahan sampah.

"Pemerintah tidak memberikan fasilitas pengolahan sampah dan limbah domestik, sehingga warga di Lampung membuang sampah di sungai," tuturnya.

Ia menambahkan, terdapat lima brand audit yang menjadi penyumbang terbesar sampah plastik di Lampung.

"Yang paling banyak Wings 28%, Indofood 19%, Unilever 14%, Mayora 9%, Unicharm 5%, dan merek lain 25%," jelasnya.

Untuk solusi, lanjut Prigi, ada 75 kabupaten dan kota di Indonesia yang sudah memiliki regulasi pengurangan plastik sekali pakai.

"Nah, Provinsi Lampung harusnya memiliki regulasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," tuturnya.

Pihaknya juga tidak bisa serta merta menyalahkan masyarakat. Pasalnya, pemerintah yang menyelenggarakan dalam undang undang pengelolaan sampah nomor 18 tahun 2008.

"Pemerintah kota dan kabupaten menyelenggarakan infrastruktur pengelolaan sampah tempat sampah TPS di setiap desa yang diawasi oleh Provinsi. Kalau kemudian orang masih buang sampah ke sungai, patut digugat walikota dan bupati karena membiarkan orang membuang sampah dan tidak disediakan," paparnya.

Terakhir ia mengatakan mikroplastik dan zat berbahaya lainnya dapat menyebabkan kepunahan pada spesies keanekaragaman hayati ikan yang ada di Lampung.

"Spesies ikan jadi ini jumlahnya sangat besar. Karena di sebuah sungai ada 60 spesies sangat besar, karena saya apa meneliti di Jawa itu tidak lebih dari 25 karena di Lampung ada 60, maka ini adalah potensi perikanan yang harus diselamatkan," katanya.

Foto: Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi dalam pemaparan hasil penelitian di Eksekutif Wilayah Walhi Lampung, Senin (25/04).

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait